Wabup Suiasa memberikan bantuan sembako dan punia pada pemangku dan srati banten. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Badung terus bergerak ditengah pandemi COVID-19. Kali ini, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa kembali turun ke tengah masyarakat dengan menyerahkan sebanyak 217 Punia Sembako kepada para Pemangku Kahyangan dan Pemangku Desa serta Srati Banten Desa di Desa Adat Seminyak, Legian, Kuta, Kelan dan Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Sabtu (20/6).

Adapun paket yang diberikan, untuk Banjar Seminyak sebanyak 38 paket, Desa Adat Legian sebanyak 41 paket, Desa Adat Kuta sebanyak 56 paket, Desa Adat Kedonganan sebanyak 49 paket dan Desa Adat Kelan sebanyak 32 paket.

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dalam sambutannya mengatakan, pemberian paket punia sembako kepada para pemangku dan srati banten ini merupakan srada bakti Pemerintah Kabupaten Badung kepada para Pemangku dan Srati Banten yang menjalankan kehidupan spiritual untuk umatnya. Kegiatan ini kata Suiasa tidak hanya untuk memberikan paket sembako di tengah-tengah dampak Pandemi COVID-19, namun juga untuk memberikan motivasi dan informasi yang benar terkait dampak COVID-19.

“Pemerintah Kabupaten Badung mengajak seluruh pemangku dan masyarakat se Badung untuk tetap ngrastiti bakti kepada Hyang Parama Kawi dan Menjalankan protokol kesehatan yang benar. Kami mohon tetap ngrastiti bakti kepada Hyang Widi baik skala maupun niskala dumogi rahajeng,” ujar Suiasa.

Pandemi COVID-19, kata Suiasa, telah berdampak kepada tatanan kehidupan bagi masyarakat dibelahan bumi serta termasuk terdampak pada masyarakat  Badung. Tidak hanya itu, COVID-19 telah mengubah tatanan hidup, sehingga semua harus lebih taat dan disiplin. “Kami berharap dalam menjalankan budaya hidup baru kita dapat menjalankan tatanan hidup penuh dengan kedisiplinan agar pandemi ini tidak berkembang lagi. Mari kita jalankan kehidupan dengan sehat dari diri sendiri. Dan semoga pandemi Covid-19 ini bisa cepat berakhir,” katanya.

Ia berharap, semoga apa yang diprakarsai Provinsi Bali beserta Kabupaten/kota se-Bali, pada 9 Juli mendatang memberikan kepastian untuk dibuka bagi tempat-tempat zona hijau. Kegiatan ini diawali dengan pemberian punia sembako untuk Desa Adat Seminyak dilaksanakan di Banjar Seminyak sebanyak 38 paket terdiri dari beras, gula pasir, kopi dan minyak goreng.

Setelah di Desa Adat Seminyak, dilanjutkan pemberian sembako di Desa Adat Legian sebanyak 41 paket yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Widya Shaba LPD Legian. Untuk di Desa Adat Kuta diserahkan sebanyak 56 paket sembako terdiri dari untuk Pemangku Kahyangan Tiga 30 paket dan Srati Banten 26 paket.

Dilanjutkan pemberian 32 paket sembako kepada Pemangku Kahyangan dan Srati Banten Desa Adat Kelan di Jaba Pura Kahyangan Kelan. Hadir pada kesempatan tersebut Bendesa Adat Kelan Wayan Sukerna.

Sementara itu untuk di Desa Adat Kedonganan, paket sembako diberikan sebanyak 49 paket diantaranya diberikan kepada Pemangku Kahyangan Desa 13 paket, Srati Banten 36 paket yang dilaksanakan di Wantilan Palguna Pura Kedonganan Desa Adat Kedonganan Kuta.

Turut hadir anggota DPR RI, IGN Kesuma Kelakan, Ketua Komisi II DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung I Gst Ngurah Sudiarsa dan Putu Yunita Oktarini. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.