DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Minggu (21/6), Bali mencatatkan tambahan kasus baru positif COVID-19 dan pasien meninggal. Sama seperti sehari sebelumnya, tambahan kasus pada hari ini juga mencapai puluhan orang.

Dari data per pukul 12.00 WIB, kumulatif kasus COVID-19 Bali 1.045 kasus. Terdapat 32 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Selain itu ada penambahan pasien sembuh mencapai 17 orang. Kumulatif kasus sembuh sebanyak 603 orang. Sampai saat ini, jumlah kasus aktif mencapai 433 orang.

Kabar buruk selain kasus baru, terdapat 2 tambahan pasien meninggal. Sehingga totalnya ada 9 kasus meninggal.

Dilihat dari data di https://pendataan.baliprov.go.id, pasien meninggal ini keduanya merupakan warga Denpasar. Belum ada konfirmasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Denpasar maupun Bali, soal ini.

Adaptasi Kebiasaan Baru

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers streamingnya, menyebutkan proses untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru bukan proses mudah dan sederhana. Ini merupakan keputusan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah. “Pastikan seluruh masyarakat telah memahami dan mampu menjalani protokol kesehatan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia mengatakan Per pukul 12.00 WIB, sudah diperiksa sebanyak 18.229 spesimen. Total sudah ada 639.385 spesimen yang diperiksa.

Tes spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Melokuler (TCM). Dari tes tersebut, masih ada penambahan kasus positif sebanyak 862 orang sehingga kumulatifnya mencapai 45.891 kasus.

Jika diperhatikan, ada 5 provinsi yang jumlah kasus COVID-19 cukup besar. Yakni DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.

Ia pun mengatakan ada 18 provinsi melaporkan kasus baru di bawah 10. Sebanyak 9 tidak ada tambahan kasus.

Yurianto melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 521 orang sembuh sehingga totalnya menjadi 18.404 pasien. Kasus meninggal bertambah 36 orang sehingga total kasus menjadi 2.465 orang.

Ia pun mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini masih dalam pemantauan sebanyak 56.436 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 13.225 orang.

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sebanyak 439 kabupaten/kota telah terdampak kasus ini.

“Hari ini kami melakukan pemantauan di beberapa tempat, seperti car free day di DKI Jakarta. Sebagian masyarakat lupa bahwa physical distancing adalah penting,” ungkapnya.

Ia juga melakukan pemantauan di Bandara. Banyak yang lupa menjaga jarak, padahal ini adalah hal yang penting. “Ini dibutuhkan kerja bersama. Terus menerus tidak berhenti agar penularan bisa dihentikan,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.