Anggota DPRD Gianyar melakukan monev penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak COVID-19. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Komisi I DPRD Gianyar terus mengawal proses pencairan bantuan untuk warga yang terdampak pandemi COVID-19. Terutama, warga yang tercecer pada sejumlah desa, dipastikan akan segera mendapat bantuan.

Anggota Komisi I DPRD Gianyar Nyoman Kandel, SH mengatakan pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Desa Tulikup, Puhu, Desa Bedulu dan Kelurahan Abianbase untuk mengawal bantuan sosial pemerintah. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengecek warga yang luput dari bantuan jaring pengaman sosial (JPS).

Baik itu Bantuan Sosial Tunai (BST), BLT Desa, BPNT, Sembako dari Bupati Gianyar maupun Gubernur Bali, termasuk dana stimulus koperasi, UMKM, IKM, Informal dan bantuan lainnya, “Kita mengecek ke masing-masing desa, hal ini untuk memastikan data tercecer dan agar tidak adanya penerima double serta kendala-kendala yang dihadapi di desa,” katanya.

Terkait warga yang belum menerima bantuan, Nyoman Kandel yang juga sekretaris Fraksi PDIP DPRD Gianyar ini sudah berkoordinasi dengan esksekutif. “Masyarakat tercecer nanti akan diusulkan ke bapak Bupati Gianyar agar semua warga yang belum menerima ini bisa segera diberikan bantuan sosial, tentunya sesuai kemampuan daerah,” katanya.

Secara terpisah Ketua Komisi I DPRD Gianyar, I Nyoman Amertayasa mengatakan ada 1.873 KK yang tercecer sebagai penerima BST. Pemda Gianyar pun sudah menyiapkan nama pengganti dari warga yang tercecer itu

Selain seribu lebih nama pengganti yang menerima bantuan, akan ada lagi tambahan warga penerima bantuan. “Sehingga nanti akan lebih banyak yang menerima bantuan,” tegasnya.

Pihaknya pun mengapresiasi respons cepat Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam menyikapi sejumlah warga yang belum menerima bantuan. “Penanganan Pemda Gianyar sudah bagus, bahkan akan berusaha mencairkan lagi,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.