Suasana sidang paripurna DPRD Denpasar, Selasa (5/5). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah langkah yang telah diambil Pemerintah Kota Denpasar bersama komponen masyarakat, seperti desa adat, Satgas Gotong Royong, TNI/Polri, mendapat apresiasi dari jajaran DPRD setempat. Termasuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

Namun demikian, dampak COVID-19 ini sangat luas. Karena itu, perlu ada kebijakan khusus yang diambil Pemkot Denpasar dalam penanganan pandemi ini.

Hal ini terungkap dalam jawaban dewan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar tahun anggaran 2019, Selasa (5/5) dalam sidang paripurna DPRD secara virtual. Pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede tersebut hanya mengagendakan pembacaan rekomendasi DPRD atas LKPJ Wali Kota tahun anggaran 2019. Hadiri secara langsung dan virtual sebanyak 42 pimpinan dan anggota dewan.

Rekomendasi yang dibacakan Ketua Pansus VII DPRD Denpasar, I. B. Ketut Wirajaya tersebut berisikan beberapa poin penting yang harus dilakukan jajaran eksekutif. Salah satu usulan yang mengemuka, yakni mendorong Pemkot Denpasar untuk segera menyusun skema kebijakan penanganan Covid 19 terhadap ekonomi dan penanganan dampak yang dirasakan masyarakat dalam bentuk Jaringan Pengaman Sosial (JPS).

Sedangan untuk rekomendasi yang disampaikan terdapat beberapa bidang, seperti pendidikan, PUPR, kesehatan, serta beberapa bidang urusan wajib pemerintah. Salah satunya, terkait dengan pembangunan atau rehab gedung sekolah agar memperhatikan analisis kajian akademis. Setiap pembangunan sekolah atau penambahan ruang kelas agar dirancang anggaran untuk sarana prasarananya secara utuh.

Sementara itu, terkait sejumlah rekomendasi yang disampaikan dewan, Wali Kota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi. Pihaknya siap melaksanakan rekomendasi tersebut sesuai dengan urgenitasnya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.