Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Rapid test yang dilaksanakan sekarang menggunakan metode antibodi. Diutarakan Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (24/3), alat rapid test saat ini sudah ada 125 ribu.

Ia mengatakan rapid test ini akan diprioritaskan untuk dua kelompok. Yang pertama adalah kontak erat dari pasien positif COVID-19 saat ini. “Atau yang diisolasi di rumah. Keluarga yang tinggal serumah diperiksa semua. Begitu juga di lingkungan kerjanya. Ini prioritas pertama,” terangnya dalam video conference tentang penanganan COVID-19.

Baca juga:  RRT Sudah Kondusif, Begini Situasi di Beijing

Untuk kelompok kedua adalah tenaga kesehatan yang melayani pasien positif. “Prioritas kedua, semua tenaga kesehatan yang terkait dengan pasien COVID-19. termasuk front office karena mereka rentan,” jelasnya.

Jika kit yang didatangkan semakin banyak, akan dilakukan per wilayah. Ia juga mengatakan prioritas periksa cepat COVID-19 akan digelar di Jakarta Selatan karena wilayah tersebut jumlah pasien terpaparnya banyak. Alat tes akan didistribusikan ke puskesmas, lab kesehatan daerah dan RS.

Baca juga:  Cegah Transmisi Lokal, Sholat Idul Fitri Disepakati di Rumah Saja

Ia juga mengutarakan sebanyak 125 ribu kit untuk pemeriksaan cepat akan didistribusikan ke 34 provinsi. Jika nanti alat tes cepat ini sudah makin banyak tersedia, pemeriksaan akan dilakukan per wilayah. (Pramana Wijaya/balipost)

BAGIKAN