SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pantai Batu Tumpeng, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung belakangan ini cukup digandrungi pencinta surfing mancanegara. Kesempatan tersebut tak disia-siakan pemerintah desa.

Potensi ini digarap dan dilengkapi fasilitas pendukung untuk memunculkan kesan nyaman. Perbekel Desa Gelgel, Nengah Soma mengungkapkan kedatangan wisatawan ke pantai yang memiiliki ombak layaknya Pantai Kuta itu untuk surfing kisaran 20 sampai 30 orang setiap minggu. Hal tersebut memberikan imbas positif untuk mendongkrak pendapatan sejumlah masyarakat lantaran mampu membuka usaha dagang.

Baca juga:  Dibanding 2020, Kedatangan Penumpang di Terminal Mengwi Naik 200 Persen

Mendukung hal tersebut, pihaknya mengambil langkah untuk melakukan penataan. Diawal, ditunjukkan dengan pembangunan toilet yang menjadi kebutuhan vital. “Pembangunan sudah berjalan. Anggarannya sekitar Rp 75 juta. Ini juga untuk mendukung saat adanya upacara di Pura Batu Tumpeng,” terangnya.

Penataan secara berkelanjutan juga sudah direncanakan, menyasar warung-warung di pinggir pantai yang kini masih memunculkan kesan semrawut. Selain itu ada pula pembangunan gazebo, dan penataan parkir. “Ini dilakukan secara bertahap,” sebutnya.

Baca juga:  Dibekuk Warga Setelah Gagal Ambil Tempelan, Pelatih Surfing Diganjar 6 Tahun Penjara

Sejak 2016, potensi wisata ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Diyakini, sejalan dengan penataan, kunjungan wisatawan kedepannya semakin meningkat, terlebih lokasinya sangat dekat dengan By Pass Ida Bagus Mantra yang mudah terakses dari objek wisata lain, seperti Denpasar.

Penerangan jalan dan akses air bersih juga dipandang harus ada pada pantai tersebut. Oleh sebab itu, pemkab diharapkan bisa memfasilitasi koordinasi dengan PLN maupun PDAM. “Sekarang fasilitas belum memadai. Kami belum berani menarik retribusi,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

Baca juga:  TPS3R Desa Gelgel Kelola Sampah Jadi Pupuk Kascing Hingga Paving
BAGIKAN