panwaslu
Latihan Pra Operasi Mantap Praja Agung serangkaian Pilkada 2018 di Balai Budaya Gianyar, kemarin (4/1). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Gianyar memperingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak ikut terlibat dalam pendaftaran pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah itu. Ketua Panwaslu Gianyar, Wayan Hartawan, menegaskan hal itu saat mengikuti Latihan Pra Operasi Mantap Praja Agung serangkaian Pilkada 2018 di Balai Budaya Gianyar, kemarin (4/1).

Wayan Hartawan mengaku sudah menerima informasi mengenai jumlah masa yang hendak mendaftarkan dua paslon bupati Gianyar itu. Seperti pada 8 Januari mendatang akan ada pendaftaran dengan mengerahkan masa. Saat mengantar paket tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta tidak ikut-ikutan mendaftar, karena itu masuk ranah politik. “Kami ingatkan, jangan melibatkan ASN, termasuk perbekel dan perangkat desa tidak boleh ikut,” tegas Hartawan.

Baca juga:  Seperti Ini, Rancangan Debat Paslon di Karangasem dan Bangli

Apabila ada yang terlibat, maka Panwaslu akan menelusurinya. “Manakala kami temukan, kami akan klarifikasi pihak-pihak yang tak sepatutnya ada di acara (pendaftaran, red) itu,” terangnya.

Tidak saja pada acara pendaftaran, saat prosesi Pilkada yakni kampanye dan simakrama juga tidak diperbolehkan ikut-ikutan. Apabila sampai ada yang nekat melanggar ketentuan itu, akan ada sanksi yang menantinya. “Sanksinya cukup berat kalau mengacu pada UU 10/2018 dan UU ASN 5/2014, sanksi bisa pemecatan. Seharusnya netral dalam Pilkada,” pintanya.

Namun sampai saat ini, lanjut Hartawan dari hasil pengawasan pelanggaran oleh bakal calon belum ada. Sementara terkait gesekan yang bisa terjadi saat kampanye, Hartawan mengatakan bila mencangkup kamtibmas, pihaknya menyerahka kepada aparat kepolisian. “ Misal terjadi bentrok, atau kamtibmas lainya itu kami serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian, “ katanya.

Baca juga:  Empat Paket Proyek Gagal Tender di Tahun 2017

Sementara itu, Kapolres Gianyar, AKBP Djoni Widodo, berharap kandidat paslon ikut mengawasi masing-masing masa jangan sampai merusak ketertiban. “Saat kampanye agar disampaikan kepada para oendukung dan mssa simpatisan agar mengikuti aturan berlaku, misal yang berkaitan Undang Undang Lali Lintas, kalau kampanye gunakan perlengkapan helem,” jelasnya.

Polisi juga menyiapkan pengawalan dan pengamanan selama hajatan kampanye berlangsung. Tidak itu saja, Polres telah menyiapkan 8 polisi untuk bertindak sebagai ajudan bagi para kandidat. “Karena ada kandidat perempuan, maka kami juga telah siapkan polwan, mereka telah kami latih,” tukas perwira dengan pangkat melati dua di pundak itu.

Baca juga:  Ratusan Kotak Suara KPU Jembrana Tak Bisa Dipakai

Sebagai langkah awal pihaknya telah melaksanakan kegiatan latihan pra operasi serangkaian Pilkada 2018 di Balai Budaya. Acara yang dihadiri jajaran kepolisian itu dipandu langsung oleh KPU dan Panwalu Gianyar. “Pra Ops ini bertujuan menyamakan persepsi anggota mana kala saat tugas di lapangan bisa menentukan cara bertindak yang benar,” ujar Djoni.

Sementara itu, Ketua KPU Gianyar, Anak Agung Gde Putra mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan partai politik dan instansi terkait mengenai hajatan Pilkada ini. “Untuk keamanan, yang penting (kandidat, red) sama-sama menjaga ketertiban dalam proses pendaftaran. Kalau ingin tampilkan seni dan budaya, jangan buat masyarakat antipati,” jelasnya. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *