Pegawai Dinas PUPR Kabupaten Klungkung menjalani tes urine, Rabu (18/2/2026). (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pascatertangkapnya seorang oknum pegawai Dinas PUPR Kabupaten Klungkung karena kedapatan membawa narkoba, seluruh aparatur di lingkungan dinas tersebut langsung menjalani tes urine, Rabu (18/2). Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini sekaligus komitmen pencegahan agar kasus serupa tak kembali mencoreng institusi pemerintah.

Tes urine digelar di Kantor Dinas PUPR Klungkung dengan melibatkan seluruh pegawai, mulai dari belasan penjaga bendungan, petugas Rumija, hingga staf administrasi. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Klungkung bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Klungkung.

Baca juga:  Sempat Bolak-balik RS, Pasien Demam Berdarah Meninggal

Pelaksanaan tes urine dilakukan menyusul tertangkapnya oknum pegawai yang bertugas menjaga Bendungan Aan Dauh Desa, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan berinisial, Wayan PY.
Pria asal Desa Timuhun ini ditangkap polisi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 23.30 WITA.

Penangkapan dilakukan di pinggir Jalan Raya Losan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.Dari tangannya petugas mengamankan barang bukti satu paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,39 gram bruto atau 0,24 gram netto.

Kepala Kesbangpolinmas Klungkung, Dewa Ketut Sueta Negara, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.

Baca juga:  Bawa Narkoba, Pria Asal Denpasar Diringkus di Bangli

Menurut Dewa Sueta Negara, ASN seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjauhi narkoba.

“Kita ketahui narkoba merupakan salah satu kejahatan luar biasa. Kami ingin aparatur sipil di Klungkung terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Ia menegaskan, tes urine tidak hanya bersifat reaktif terhadap kasus yang terjadi, tetapi juga sebagai langkah preventif agar lingkungan kerja pemerintahan tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Klungkung, Komang Try Adnyani Rahayu, mengungkapkan kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Klungkung cenderung meningkat setiap tahun. Karena itu, BNN terus menggencarkan upaya pencegahan melalui sosialisasi serta deteksi dini, termasuk tes urine di kalangan ASN.

Baca juga:  Kejari Buleleng Musnahkan Barang Bukti Puluhan Perkara, Ini Dominasi Kasusnya

Ia juga menyoroti penggunaan rokok elektrik yang berpotensi disalahgunakan, terutama jika cairan liquid dicampur dengan bahan narkotika. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan memastikan liquid yang digunakan memiliki label resmi serta legal.

“BNN Klungkung pernah mengambil sampel cairan liquid dan hasilnya masih negatif. Namun masyarakat tetap harus waspada,” tandasnya. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN