sampah
Wisatawan berkunjung ke Penelokan, Kintamani. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Kawasan Objek Wisata Penelokan, Kintamani mendapat keluhan dari sejumlah pengunjung yang ingin menikmati indahnya panorama pegunungan di Batur. Keluhan itu muncul, mengingat dilokasi terdapat banyak sampah yang berserakan. Hal itu diungkapkan langsung Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Merta, Senin (10/7).

Merta mengatakan, sebelumnya memang ada pengunjung yang mengeluh atas kondisi tersebut. Pasalnya, di areal wisata terdapat banyak sampah bekas upacara yang berserakan di lokasi. Atas kondisi itulah, sejumlah pengunjung mengeluhkan kebersihan objek Wisata Penelokan. Mengingat, kenyamanan para pengunjung merasa sedikit terganggu dengan adanya sampah itu.

Baca juga:  Gaet Wisman Cina lewat Budaya, Festival Imlek akan Digelar

“Saat saya mendapat tugas untuk melakukan monitoring ke Penelokan memang terdapat banyak sampah yang berserakan dilokasi. Sampah itu karena usai Upacara di Pura Jati. Tapi sekarang sudah dibersihkan,” ucapnya sembari berharap masyarakat maupun pengunjung ikut menjaga kebersihan di Penelokan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Selain mengeluhkan masalah sampah, para pengunujung diakuinya juga sering mengeluhkan dengan kondisi infrastruktur jalan yang ada di wilayah Penelokan kenapa dibiarkan rusak seperti ini tanpa adanya perbaikan dari pemerintah. Karena jalan itu menjadi jalan milik provinsi dan nasional, maka dirinya menjelaskan kalau ranah perbaikannya ada pada pemerintah provinsi dan pusat. “Saya minta pengunjung untuk memaklumi kondisi ini. Kalau jalan ini milik kabupaten mungkin sudah dilakukan perbaikan,” ucapnya kepada pengunjung.

Baca juga:  Kurang, Kesadaran Masyarakat Bangli Buang Sampah di Tempatnya

Disinggung apakah ada penurunan kunjung akibat hujan deras yang mengguyur Wilayah Bangli dan sekitarnya sejak beberapa hari belakangan ini, Merta mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kalau kunjungan yang datang ke Kintamani masih normal. “Hujan yang terjadi belakang ini tidak mempengaruhi kunjunga. Intinya kunjungan masih normal. (eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.