Kondisi gelombang tinggi di perairan selatan Jembrana beberapa waktu lalu. BMKG memberikan peringatan terkait cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke
musim hujan atau pancaroba, masyarakat di Bali, khususnya Kabupaten Jembrana, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, hujan lebat disertai angin kencang, serta gelombang laut tinggi. Peringatan ini menyusul meningkatnya peluang curah hujan di sebagian besar wilayah Bali mulai awal November 2026.

Staf BMKG Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi, Selasa (3/11) mengatakan hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah Bali sejak akhir Oktober hingga awal November menjadi penanda dimulainya periode pancaroba.

Baca juga:  Rangkaian Paskah Aman Terkendali, Pengawasan Bali Tetap Diperketat

Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Bali periode 21–31 Oktober 2026, suhu udara maksimum tercatat mencapai 33 derajat Celsius dan minimum 21 derajat Celsius. Sementara itu, kecepatan angin dari arah tenggara mencapai 16 knot atau sekitar 30 kilometer per jam.

Selain ancaman cuaca ekstrem, BMKG juga mengingatkan potensi peningkatan tinggi gelombang laut di Selat Bali, khususnya bagian selatan, serta perairan selatan Jembrana dan Pulau Bali. “Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan maupun masyarakat yang
beraktivitas di laut,” jelasnya.

Baca juga:  Potensi Curah Hujan Tinggi, BMKG Bahas Mitigasi dengan Gubernur Koster

Trayi Budi menjelaskan, kondisi pasang surut air laut juga dipengaruhi
fenomena astronomi Perigee, yakni posisi bulan berada pada jarak
terdekat dengan bumi. Fenomena tersebut dapat memicu kondisi pasang
maksimum maupun surut maksimum.

“Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir waspadai potensi pasang
maksimum atau banjir rob dalam beberapa hari ke depan, terutama di
kawasan Selat Bali dan perairan selatan Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Pascagempa di Laut Flores, Ratusan Gempa Susulan Terjadi

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi hujan lebat yang dapat
disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon rindang saat hujan deras, serta rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN