Salah satu insiden kebakaran lahan di Kabupaten Gianyar. BPBD meminta masyarakat Gianyar mewaspadai suhu panas, dan potensi adanya kebakaran. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Imbauan ini dikeluarkan menyusul rilis prakiraan cuaca terbaru dari Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar untuk periode 28 September hingga 4 Oktober 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, IB. Putu Suamba, Jumat (2/10) menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan guna mengantisipasi berbagai ancaman cuaca, mulai dari paparan suhu panas, lonjakan risiko kebakaran lahan, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir akibat puncak musim kemarau.

Baca juga:  Gempa di Banyuwangi Dirasakan hingga Bali, Warga Berhamburan ke Luar Ruangan

“Kami mengimbau warga Gianyar untuk tidak meremehkan potensi cuaca ekstrem pekan ini. Berdasarkan koordinasi kami dengan BMKG, kombinasi angin kencang dan puncak musim kemarau meningkatkan potensi bahaya di wilayah darat maupun pesisir,” ujar IB. Putu Suamba.

Melalui rilis resmi Command Center Kabupaten Gianyar, BPBD menyoroti beberapa poin utama langkah antisipasi bagi masyarakat. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 19°C hingga 33°C. Masyarakat diimbau mencukupi asupan air minum untuk mencegah dehidrasi serta menggunakan alat pelindung diri seperti topi, payung, dan tabir surya (sunscreen) saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga:  Tabanan Jadi Tuan Rumah Forum Walidata, Perkuat Satu Data untuk Arah Pembangunan Bali

Kecepatan angin yang diprediksi mencapai 4–30 km/jam di tengah puncak musim kemarau sangat rentan memicu kebakaran. BPBD Gianyar melarang keras aktivitas membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, serta membersihkan lahan pertanian dengan cara dibakar.

Manajemen Air Pertanian untuk subak petani dan krama subak diharapkan mengatur pola tanam serta jadwal pengairan secara bijak sesuai ketersediaan debit air untuk mengantisipasi risiko gagal panen. Lebih lanjut, IB. Putu Suamba meminta warga Gianyar untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar di media sosial.

Baca juga:  Jelang Tahun Baru, Polsek Densel Antisipasi Penyalaan Kembang Api di Permukiman dan Tempat Suci

“Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang dirilis BMKG atau Pemkab Gianyar. Jika terjadi situasi darurat, bencana alam, atau kebakaran, segera hubungi layanan tanggap darurat 24 jam Command Center Kabupaten Gianyar agar personel kami bisa langsung meluncur ke lokasi,” tegasnya. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN