Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Meningkatnya intensitas hujan di Kabupaten Buleleng mendorong aparat kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor. Warga yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan risiko saat hujan deras terjadi.

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman mengatakan, sejumlah wilayah mulai diguyur hujan disertai angin kencang. Bahkan, tanah longsor telah terjadi di Kecamatan Busungbiu. Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Sepang, Sepang Kelod, Banjar, Munduk, dan Lemukih. Kawasan perbukitan dan bantaran sungai tersebut memiliki potensi kerawanan banjir maupun longsor. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat.

“Di wilayah Kota Singaraja saat ini sudah mulai hujan dan beberapa wilayah di Buleleng juga sudah mulai ada angin kencang. Kemudian kemarin di Busungbiu ada kejadian longsor. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiannya,” ujar Ruzi, Selasa (3/11).

Baca juga:  Tanamkan Nilai Nasionalisme dan Patriotisme Sejak Dini

Selain itu, pengawasan terhadap anak-anak perlu ditingkatkan. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak bermain di sungai maupun bendungan saat hujan turun. Peningkatan debit air dapat memicu datangnya arus deras secara tiba-tiba.

Ruzi juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi drainase dan saluran air di lingkungan masing-masing. Sampah yang menumpuk berpotensi menghambat aliran air dan memicu luapan ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Karena itu, pembersihan saluran air menjadi salah satu langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

Ancaman longsor juga menjadi perhatian bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan Wanagiri dan Gitgit. Kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami longsoran material berupa pasir hingga batu saat hujan turun. Pengendara diminta meningkatkan kehati-hatian, terutama ketika melintas di jalur perbukitan.

Sementara itu, kawasan Pancasari berpotensi mengalami genangan air karena kondisi geografisnya yang berbentuk cekungan. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di depan kawasan Andhara. Menurut Ruzi, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui langkah mitigasi agar genangan tidak berlangsung lama saat hujan berkepanjangan.

Baca juga:  Kisah Raksasa Kembar Ditampilkan Janger Anak-anak “Sunda Upasunda”

Masyarakat juga diminta menyiapkan perlengkapan darurat di rumah, seperti jas hujan, sepatu, dan senter. Langkah tersebut perlu dilakukan sebelum intensitas hujan semakin tinggi sehingga warga tidak terlambat melakukan persiapan apabila terjadi keadaan darurat.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Ruzi telah menginstruksikan seluruh jajaran Polsek agar berkoordinasi dengan pemerintah desa. Sosialisasi mengenai potensi bencana dan langkah penyelamatan diminta segera dilakukan kepada masyarakat.

Koordinasi juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.

Ruzi menegaskan, pengalaman bencana pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Kesiapan masyarakat dan aparat perlu dibangun sejak dini agar penanganan tidak terlambat ketika bencana terjadi.

Baca juga:  Perkuat Stabilitas Kamtibmas, Polsek Blahbatuh Gelar Patroli Skala Besar

Di sisi lain, Polres Buleleng juga tengah menyelidiki dugaan perambahan hutan di Kecamatan Busungbiu. Penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan pembukaan kawasan hutan tersebut.

Ruzi mengatakan, penyelidikan masih berada pada tahap awal. Polisi belum dapat memastikan luas kawasan yang diduga dirambah karena masih melakukan pendalaman terhadap informasi dan laporan yang diterima.

Ia menegaskan, apabila dugaan perambahan tersebut terbukti, kepolisian akan mengambil langkah penegakan hukum. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana di Kabupaten Buleleng.

“Kita sedang melakukan penyelidikan terhadap beberapa kasus dugaan adanya perambahan hutan. Kita percepat penyelidikannya, kita berharap itu tidak terjadi. Tapi kalaupun iya, kita lakukan penegakan hukum supaya ke depan wilayah Buleleng, kita tidak pasrah hanya untuk menunggu bencana saja, tapi kita harus berbuat mengantisipasi sejak awal,” tegasnya. (Yudha/balipost)

BAGIKAN