BPBD Kabupaten Gianyar meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan gelombang tinggi menyusul rilis prakiraan cuaca dari Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan penuh menyusul rilis prakiraan cuaca dari Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar untuk periode 28 September hingga 4 Oktober 2026. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai sangat krusial guna mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem yang membayangi wilayah darat maupun pesisir Gianyar pada puncak musim kemarau ini.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, I.B. Putu Suamba, Selasa (29/9), mengimbau warga agar tidak meremehkan potensi bahaya yang dipicu oleh kombinasi angin kencang dan kekeringan akibat puncak kemarau. “Kami mengimbau warga Gianyar untuk tidak meremehkan potensi cuaca ekstrem pekan ini. Berdasarkan koordinasi kami dengan BMKG, kombinasi angin kencang dan puncak musim kemarau meningkatkan potensi bahaya di wilayah darat maupun pesisir,” ujar I.B. Putu Suamba.

Baca juga:  Polairud Ingatkan Nelayan Waspadai Cuaca Buruk

Guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem tersebut, BPBD Gianyar menyampaikan imbauan penting melalui Command Center Kabupaten Gianyar terkait waspada gelombang tinggi di pesisir. BMKG mendeteksi potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan, serta gelombang sedang di Selat Badung.

Atas kondisi laut tersebut, I.B. Putu Suamba memberikan peringatan khusus kepada para nelayan serta penyedia jasa wisata bahari agar selalu mengutamakan keselamatan jiwa. “Kami meminta para nelayan dan penyedia jasa wisata pantai untuk selalu memantau dinamika laut. Jika kondisi memburuk, sebaiknya tunda dulu aktivitas melaut demi keselamatan bersama,” tegas Suamba.

Baca juga:  Jeratan Pasal untuk JDA Bertambah, Terancam Belasan Tahun Penjara

Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap masyarakat tetap tenang namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan mandiri serta selalu memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BPBD maupun BMKG. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN