
NEGARA, BALIPOST.com – Seekor anjing liar yang diduga rabies menggigit dua warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (24/10).
Korban pertama, NKS, digigit di bagian kaki pada pagi hari. Ia sudah mendapatkan vaksin antirabies (VAR).
Korban kedua, NPSR, digigit pada sore hari. Gigitannya mengenai bagian wajah sehingga ia sudah diberikan serum antirabies (SAR) karena lukanya masuk kategori risiko tinggi.
Anjing yang menggigit merupakan anjing liar yang tidak berpemilik. Dari perilakunya, anjing tersebut diduga terinfeksi rabies hingga akhirnya dieliminasi untuk pengambilan sampel otak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas PPP Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, membenarkan adanya kasus gigitan tersebut. Sampel otak anjing telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk diuji. “Benar ada kasus gigitan anjing diduga rabies di wilayah Kecamatan Melaya,” ungkap Sugiarta, ketika dikonfirmasi wartawan.
Ia menambahkan, apabila hasil laboratorium menunjukkan positif rabies, pihaknya akan melakukan vaksinasi di wilayah lokasi kasus gigitan. (Surya Dharma/balipost)










