Petugas memberikan edukasi pada masyarakat tentang tata cara merawat lontar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Denpasar, Jumat (23/10). Edukasi ini bertujuan agar naskah kuno tetap terjaga dan tidak cepat rusak.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jika sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar turut langsung ke tempat suci atau rumah masyarakat untuk membantu perawatan naskah lontar, kini perlahan masyarakat mulai diedukasi melakukan perawatan secara mandiri. Terlebih jelang Hari Suci Saraswati yang akan berlangsung minggu depan, masyarakat diberikan edukasi tata cara merawat lontar agar naskah kuno tetap terjaga dan tidak cepat rusak.

Edukasi perawatan lontar tersebut digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Denpasar di Kantor DPK, Jumat (23/10). Kegiatan ini digelar sekaligus menjelang Hari Suci Saraswati, saat masyarakat biasanya mengeluarkan dan merawat lontar yang mereka miliki.

Baca juga:  Generasi Muda Bisa Jadi Pahlawan lewat Pencegahan COVID-19

Kepala DPK Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, didampingi Kabid Deposit dan Pengembangan Perpustakaan, Anak Agung Sagung Yuli, mengungkapkan, pelatihan dilakukan melalui praktik langsung dengan melibatkan penyuluh bahasa Bali. Peserta diajarkan teknik membersihkan lontar menggunakan kuas serta tidak dianjurkan penggunaan air cendana untuk membersihkan. “Perawatan dilakukan menggunakan minyak sereh sesuai tahapan yang benar,” ujarnya.

Edukasi ini bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat yang memiliki lontar untuk melakukan perawatan. Selama ini, kata dia, konservasi lontar keseringan dilakukan langsung oleh pemerintah kota.

Baca juga:  Cegah Narkoba Masuk Pelosok Desa, Polres Badung Beri Edukasi Saat Sidak Duktang

“Minimal pengetahuan masyarakat untuk dia merawat lontarnya sendiri itu mereka miliki. Biasanya kita Pemerintah Kota yang turun langsung melakukan konservasi,” katanya.

Kegiatan edukasi ini baru pertama kali dilakukan yang menyasar masyarakat umum. Ke depan pihaknya pun akan membuka ruang pelatihan kembali terlebih saat ada permintaan masyarakat. Pada hari yang sama juga dilakukan pelatihan nyurat lontar atau menulis di atas daun lontar menggunakan pengrupak serta metembang yang menyasar siswa SMP dan mahasiswa.

Baca juga:  Gempa Guncang Bali Berpusat di Samudera Hindia

“Sebanyak 25 siswa SMP Negeri 2 Denpasar dan ada juga mahasiswa turut mengikuti kegiatan tersebut. Kalau yang mahasiswa mereka yang minta belajar menyurat lontar ini,” ungkap Cok Partha.

Untuk kegiatan nyurat lontar ini kata dia rutin dilakukan setiap hari kamis yang akan berlangsung hingga November nanti. Kegiatan terlaksana dengan melibatkan penyuluh bahasa Bali yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN