Wayan Artom Krisna Putra (baju merah) hadir saat pembangunan salah satu titik jalan di Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Pembangunan sejumlah akses jalan di wilayah Desa Songan, Kintamani, Bangli telah tuntas. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta mendukung kegiatan sosial dan perekonomian warga. Demikian disampaikan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Wayan Artom Krisna Putra.

Sebagai wakil rakyat, ia mengaku berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui berbagai upaya, mulai dari mengawal pembangunan infrastruktur hingga memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi warga di Kecamatan Kintamani.

Baca juga:  Frekuensi Penerbangan China-Indonesia Bertambah Jelang KTT G20 di Bali

Politisi PDI Perjuangan yang berasal dari Desa Songan ini menilai, menjadi wakil rakyat bukan sekadar menjalankan tugas di lembaga legislatif, tetapi juga harus mampu hadir dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

Wayan Artom mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat harus dikawal secara berkelanjutan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kewenangan pemerintah. Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami persoalan yang terjadi di lapangan.

Baca juga:  Hari Pertama, Nihil Parpol Daftarkan Bacaleg ke KPU Bangli

Dengan demikian, kebutuhan warga dapat diketahui secara lebih jelas dan diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia. “Bagi saya, menjadi wakil rakyat berarti harus selalu dekat dengan masyarakat. Kita perlu mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan warga, kemudian berupaya mengawal agar aspirasi tersebut bisa ditindaklanjuti,” ujarnya, Jumat (23/10).

Ia menyadari, tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan. Namun, menurutnya, setiap aspirasi masyarakat perlu mendapat perhatian dan diperjuangkan sesuai kapasitas serta kewenangan yang dimiliki sebagai anggota DPRD.

Baca juga:  Kosongnya Stok Elpiji 3 Kg Juga Terjadi di Bangli

“Yang terpenting, masyarakat jangan sampai merasa berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan. Kami berupaya hadir, mendengarkan, dan membantu mengomunikasikan kebutuhan warga kepada pihak yang berwenang agar ada tindak lanjut,” katanya.

Bagi masyarakat Kintamani, khususnya Desa Songan, pembangunan akses jalan dan perhatian terhadap persoalan warga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Pramana Wijaya/balipost)

BAGIKAN