PDAM
Ilustrasi. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Konsumsi air bersih pelanggan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM Bangli), khususnya di wilayah Kintamani, melonjak hingga 25 persen sejak memasuki musim kemarau. Dalam empat bulan terakhir, rata-rata pemakaian setiap rumah tangga naik menjadi 20 meter kubik per bulan dari sebelumnya 15 meter kubik.

Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, I Wayan Gunawan mengungkapkan peningkatan ini dipicu oleh tingginya kebutuhan harian warga serta pemanfaatan air PDAM untuk aktivitas pertanian. “Kalau pada musim hujan rata-rata pemakaian air berada di angka 15 meter kubik per pelanggan setiap bulannya, dalam empat bulan terakhir ini melonjak menjadi rata-rata 20 meter kubik per pelanggan per bulan,” ujar Gunawan, Selasa (20/10).

Baca juga:  Dua Terdakwa Kasus PDAM Dituntut 17 Bulan

Kenaikan konsumsi ini berdampak pada semakin terbatasnya pasokan air. Dijelaskan bahwa saat ini kapasitas produksi PDAM Bangli rata-rata berada di angka 34 liter per detik per hari. Jumlah produksi tersebut secara ideal hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2.700 Sambungan Rumah (SR). Sementara itu, jumlah pelanggan di wilayah Kintamani bagian atas mencapai 5.000 SR.

Ketimpangan antara kapasitas produksi dan jumlah pelanggan tersebut selama ini memaksa PDAM Bangli menerapkan sistem pengaliran air secara bergilir. Hal itu membuat pelanggan tidak bisa menikmati pasokan air 24 jam. Kini dengan melonjaknya pemakaian air selama kemarau membuat keterbatasan pasokan tentunya kian dirasakan pelanggan.

Baca juga:  Belasan Kios di Pasar Semarapura Terendam Lumpur, Pedagang Syok Dagangan Rusak

Menurut Gunawan untuk mengoptimalkan pelayanan di wilayah Kintamani solusinya adalah dengan mengembangkan sumber air baru di Mata Air Kutalambi, Desa Bunutin. Namun, hal tersebut membutuhkan investasi dengan anggaran besar.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, pihaknya berencana menambah satu unit pompa di sumber Mata Air Pebini guna meningkatkan kapasitas produksi. “Untuk menambah pompa kami butuh proses karena terlebih dahulu harus meningkatkan data PLN. Dengan penambahan satu pompa ini paling tidak bisa meningkatkan kapasitas produksi lagi 10-15 liter per detik,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  PDAM Denpasar Berencana Naikkan Tarif, Ini Besarannya
BAGIKAN