
DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan lebat yang terjadi pada Minggu (1/11) malam hingga Senin (2/11) berdampak pada terganggunya distribusi air PDAM di Denpasar. Ribuan warga khususnya di Denpasar Barat terdampak hingga Selasa (3/11).
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa, Selasa (3/11) mengatakan, gangguan pengaliran air terjadi di wilayah Denpasar Barat, khususnya kawasan Padangsambian dan Perumnas. Gangguan tersebut terjadi pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Penet milik Pemerintah Provinsi Bali.
“Hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak terhadap sistem pengolahan dan pengaliran air sehingga pasokan menuju Kota Denpasar tidak maksimal,” katanya.
Wilayah terdampak meliputi Padangsambian Kelod, Kelurahan Padangsambian, Tegal Kertha, Tegal Harum, serta kawasan Perumnas. Jumlah pelanggan yang terdampak diperkirakan mencapai 8.000 pelanggan.
Putu Yasa mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT PAM Provinsi Bali untuk mempercepat pemulihan distribusi air. Pengaliran disebut mulai dinaikkan secara bertahap.
“Untuk wilayah yang terdampak, tadi kami sudah berkoordinasi dengan kepala UPT dan pengaliran sudah dinaikkan secara bertahap. Hari ini diperkirakan masih bertahap, terutama untuk daerah yang posisinya lebih tinggi kemungkinan baru bisa teraliri pada malam hari,” jelasnya.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan UPT PAM Provinsi Bali agar pasokan air menuju Denpasar kembali optimal. Sebagai langkah penanganan sementara, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma juga menyiagakan mobil tangki untuk membantu pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih selama gangguan berlangsung. (Widiastuti/balipost)










