Tim Gabungan berjibaku mencari korban tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Senin (2/11). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Bali memicu 54 kejadian bencana selama periode 1–2 November 2026. Bencana didominasi tanah longsor dan pohon tumbang yang berdampak pada akses jalan, rumah warga, bangunan, hingga fasilitas umum.

Dua orang dilaporkan hilang akibat tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Berdasarkan laporan situasi kebencanaan BPBD Provinsi Bali yang disampaikan Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan, S.STP., M.A.P., Senin (2/11) sore, puluhan kejadian tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota di Bali.

Kabupaten Gianyar mencatat kejadian terbanyak dengan 15 titik, disusul Karangasem sebanyak 12 titik, Bangli 11 titik, Buleleng tujuh titik, Badung enam titik, Denpasar dua titik, dan Klungkung satu titik.

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Dalam laporan BPBD Bali, dua orang dinyatakan hilang akibat kejadian tersebut. Masing-masing seorang warga negara asing (WNA) yang identitasnya masih diverifikasi dan seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Bangkit Mubarok. Penanganan di lokasi masih berlangsung.

Di wilayah Badung, bencana juga menyebabkan pohon tumbang menutup akses jalan di Banjar Auman, Desa Pelaga, yang telah berhasil ditangani tanpa korban. Tanah longsor turut menutup akses jalan di Jalan Pura Kancing Gumi, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, dan telah ditangani.

Selain itu, dilaporkan kejadian jalan jebol di Banjar Sidan, Desa Sidan Belok, Kecamatan Petang, tanah longsor yang menimpa rumah di Banjar Abing, Desa Sulangai, serta tembok roboh yang menutup akses jalan di Banjar Sayan Tua, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal.

Baca juga:  Menteri Puspayoga Tandatangani MoU Pengembangan Usaha Kecil

Di Kabupaten Gianyar, sebanyak 15 kejadian dilaporkan, meliputi tanah longsor, pohon tumbang, bangunan roboh, jalan jebol, dan tembok roboh. Sejumlah kejadian berdampak pada akses jalan serta bangunan milik warga.

Tanah longsor dilaporkan menutup akses jalan di Banjar Cebok, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, serta di sejumlah titik di Kecamatan Payangan. Longsor juga dilaporkan menimbun rumah warga di Banjar Gagah, Desa Tegallalang, dan bangunan bengkel milik warga di wilayah Desa Bresela, Kecamatan Payangan. Penanganan terhadap longsor yang menimbun bengkel tersebut telah dilakukan dengan laporan nihil korban.

Kejadian lainnya meliputi jalan jebol di Banjar Gambih, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, serta tanah longsor di Perumahan Nuansa Tjampuan, Banjar Tojan Kanginan, Desa Pering. Tembok roboh juga dilaporkan terjadi di Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar.

Sementara itu, Kabupaten Bangli mencatat 11 titik kejadian. Bencana meliputi tanah longsor, pohon tumbang, dan kerusakan jalan.

Tanah longsor terjadi di Jalan Sriwijaya, Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli. Kejadian tersebut berdampak pada akses jalan dan lima unit ruko. Petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan dampak kejadian tersebut.

Selain itu, jalan dilaporkan putus di Banjar Pulesari Kawan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. Longsor juga terjadi di sejumlah ruas jalan, antara lain Demulih–Sala di Kecamatan Susut serta Sulahan–Cekeng di Desa Sulahan, Kecamatan Susut.

Baca juga:  Fenomena Ini Sebabkan Suhu Bali Capai 35 Derajat Celsius

Pohon tumbang turut menutup akses jalan di Jalan Kukuh, Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, serta menimpa ruas jalan Tanggahan Talangjiwa–Selati di Desa Demulih, Kecamatan Susut. Kedua kejadian tersebut dilaporkan telah ditangani tanpa korban.

Di Kabupaten Buleleng, tujuh kejadian dilaporkan, termasuk senderan rumah jebol di Banjar Dinas Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu. Petugas telah melakukan asesmen terhadap kejadian tersebut dan melaporkan tidak ada korban.

Tanah longsor yang menutup akses jalan serta badan jalan jebol juga dilaporkan terjadi di Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu.

Di Kecamatan Gerokgak, hujan deras menyebabkan dapur roboh di Banjar Taman Sari Mekar, Desa Gerokgak, serta atap rumah roboh di Banjar Dinas Bubunan, Desa Tinga-Tinga. Pohon tumbang juga menimpa atap rumah warga di Banjar Dinas Taman, Desa Sumberkima. Seluruh kejadian tersebut dilaporkan tanpa korban jiwa.

Kabupaten Karangasem mencatat 12 kejadian yang didominasi pohon tumbang dan tanah longsor. Pohon tumbang dilaporkan menutup akses jalan di Lingkungan Pangi, Kelurahan Karangasem, serta menimpa akses jalan di Banjar Dinas Anyar, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem.

Pohon tumbang juga menimpa atap garasi di Kecicang Arum, Banjar Dinas Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem. Hingga laporan disusun, kejadian tersebut belum tertangani.

Selain itu, tanah longsor menimpa akses jalan di Banjar Dinas Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem; Banjar Dinas Padang Tunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat; serta Banjar Dinas Batusesa, Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Sejumlah kejadian tersebut telah ditangani dan dilaporkan tanpa korban.

Baca juga:  Pasikian Pecalang se-Bali Nyatakan Sikap Tolak Ormas Premanisme di Bali

Tembok penyengker yang tergerus aliran sungai juga dilaporkan di Lingkungan Karang Sokong, Desa Subagan, Kecamatan Karangasem. Sementara itu, pelinggih roboh terjadi di Banjar Dinas Bukit Kangin, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis. Kejadian terakhir tersebut belum tertangani berdasarkan laporan BPBD Bali.

Di Kota Denpasar, dua kejadian kebakaran dilaporkan, yakni kebakaran ruko di Jalan Tunjung Tutur, Kecamatan Denpasar Utara, serta kebakaran toko di Banjar Paang Tebel, Kelurahan Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

Kedua kejadian tersebut telah berhasil ditangani dan dilaporkan tidak menimbulkan korban.

Sementara itu, di Kabupaten Klungkung, pohon tumbang menutup akses jalan di Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung. Kejadian tersebut telah ditangani tanpa korban.

Laporan BPBD Bali mencatat sejumlah kejadian telah tertangani, sementara beberapa lokasi masih dalam proses penanganan atau asesmen. Namun, dampak kerusakan yang dilaporkan menunjukkan bahwa hujan deras berpotensi mengganggu akses transportasi, merusak rumah dan bangunan, serta membahayakan keselamatan masyarakat.

BPBD Bali terus melakukan pendataan terhadap kejadian yang dilaporkan di berbagai wilayah. Perhatian utama diarahkan pada lokasi longsor yang berdampak terhadap keselamatan warga, termasuk kejadian di Eco Park Pelaga yang menyebabkan dua orang dilaporkan hilang.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras berlangsung, terutama yang tinggal di sekitar lereng, tebing, bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor. Pengguna jalan juga perlu berhati-hati saat melintasi jalur yang berpotensi tertutup longsoran atau pohon tumbang. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN