Kejurprov Bulutangkis Bali 2026 dipusatkan di GOR Mekar, Seririt, Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 239 pebulutangkis dari sembilan kabupaten/kota se-Bali ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Bali 2026. Kejuaraan yang dipusatkan di GOR Mekar, Seririt, Buleleng, ini menjadi ajang bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus memperebutkan podium juara.

Kejurprov Bulutangkis Bali 2026 resmi dibuka Rabu (7/10) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Buleleng yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata. Para peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai usia dini hingga dewasa.

Kehadiran ratusan atlet dari seluruh Bali membuat persaingan di GOR Mekar Seririt berlangsung semarak. Selain mengejar prestasi, kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur hasil latihan dan menambah pengalaman bertanding di tingkat provinsi.

Baca juga:  Rebut Kursi Bali 1, Ini Target KBS-Cok Ace

Ida Bagus Gde Surya Bharata mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Buleleng sebagai tuan rumah. Ia berharap para atlet menjadikan pertandingan sebagai momentum menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan sportivitas.

“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan semangat juang pantang menyerah. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi persahabatan dan integritas adalah segalanya,” ujarnya.

Ketua Umum PBSI Buleleng, Anak Agung Ketut Widia Putra mengatakan Kejurprov tidak hanya berorientasi pada perolehan gelar juara. Menurutnya, pertandingan juga penting untuk melihat perkembangan kemampuan atlet sekaligus membangun mental bertanding.

Baca juga:  Fase Bulan Baru, Sejumlah Provinsi Berpotensi Rob

“Kejurprov ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting, atlet bisa mengukur sejauh mana hasil latihan dan mendapatkan pengalaman bertanding,” katanya.

Kejurprov tahun ini mengusung tema “Smash Prestasi, Satukan Bali dari Seririt, Buleleng”. Tema tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat pembinaan prestasi sekaligus mempererat persaudaraan antar atlet dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, Nyoman Winurjaya mengatakan bahwa keberadaan fasilitas olahraga, pembinaan klub yang aktif, serta kompetisi yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi. “Tanpa adanya kejuaraan, kita tidak akan tahu sejauh mana kemampuan dan hasil latihan kita,” kata Winurjaya.

Baca juga:  Rute Penerbangan Internasional ke Bali Bertambah Lagi

PBSI Bali berkomitmen menjaga keberlanjutan Kejurprov dengan sistem tuan rumah bergiliran. Setelah di Klungkung, tahun ini Buleleng mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Kejurprov Bulutangkis Bali 2026 berlangsung selama empat hari, 8-11 Oktober 2026, dengan mempertandingkan atlet dari berbagai kelompok usia untuk memperebutkan podium juara. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN