
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran kabel listrik milik PLN terjadi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Senin (9/3/2026) siang.
Peristiwa ini diduga kuat dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian tidak terkendali hingga merembet membakar pohon bambu dan mengenai kabel listrik di sekitar lokasi.
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 11.22 Wita. Mengetahui kejadian tersebut, personel Polsek Seririt langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal di lapangan.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi, Senin (4/5), membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebut, pihak kepolisian bersama instansi terkait, termasuk PLN Unit Seririt, telah melakukan langkah penanganan serta mengumpulkan keterangan para saksi di lokasi kejadian.
“Benar telah terjadi kebakaran kabel listrik PLN di wilayah Seririt. Dugaan sementara api berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet akibat tiupan angin hingga membakar bambu dan mengenai kabel listrik,” ujar Iptu Yohana.
Berdasarkan keterangan saksi M. Hadori (53), awalnya terlihat adanya aktivitas pembakaran sampah di bawah jembatan Jalan Diponogoro. Namun karena kondisi angin yang cukup kencang, api dengan cepat membesar dan menjalar ke area sekitar.
“Api kemudian merambat ke pohon bambu di sekitar lokasi hingga akhirnya mengenai kabel listrik yang melintas di wilayah tersebut,” jelasnya.
Warga yang melihat kejadian tersebut sempat berupaya memadamkan api secara manual. Di saat bersamaan, warga juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran serta pihak Kelurahan Seririt untuk meminta bantuan. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.45 Wita oleh petugas Damkar Seririt bersama warga,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran sempat menyebabkan kabel listrik PLN mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.
“Polsek seririt masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian, meski dugaan awal mengarah pada aktivitas pembakaran sampah,”tandasnya. (Yudha/balipost)










