Salah satu jembatan di jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Melaya. Beberapa jembatan di ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tergolong sempit dan umurnya sudah tua. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Pemangkasan trase Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang rencananya hanya sampai Pekutatan perlu dipersiapkan matang. Salah satunya jalur Pekutatan ke Gilimanuk yang saat ini bertumpu pada jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk dinilai perlu diperlebar disamping juga peningkatan kapasitas. Upaya ini perlu dilakukan setelah kesiapan penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk sebagai jalur utama penghubung pulau Jawa-Bali sudah siap.

Pengamat transportasi asal Jembrana, I Ketut Subadi, Kamis (1/10), mengatakan bahwa kebutuhan transportasi darat Jawa-Bali-NTB yang semakin meningkat saat ini harus diimbangi dengan peningkatan infrastruktur dan kesiapan prasarana. Rata-rata kendaraan yang paling rutin dan banyak melintas setiap harinya adalah truk. Dari data kendaraan masuk ke Bali, untuk kendaraan barang rata-rata seribuan unit masuk ke Bali. Kendaraan-kendaraan itu semuanya bertonase besar dengan barang yang diangkut menuju Bali atau Lombok.

Baca juga:  Hindari Mafia Tanah, SHM Masuk Penlok Jalan Tol Diblokir

“Yang paling vital adalah penyeberangan, ini harus dibenahi dahulu. Kalau perlu dilakukan sterilisasi di pelabuhan, segera lakukan. Peningkatan infrastruktur dermaga juga penting, termasuk juga standar kapal yang melayani. Meskipun jarak pendek, kapal-kapal besar juga sangat diperlukan,” katanya.

Selain itu, jalur Denpasar-Gilimanuk yang saat ini masih sangat tergantung dari jalan yang sudah ada sejak puluhan tahun juga harus ada perbaikan. Bila rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi benar terwujud dengan trase hanya sampai Pekutatan, pemerintah juga harus memikirkan infrastruktur jalan nasional yang akan dilalui hingga Gilimanuk. Seperti dengan pelebaran jalan, maupun perbaikan infrastrukturnya.

Baca juga:  Diperiksa Sebagai Terdakwa, 35 WNA India Kompak Tak Tahu Kerja Judi Online

“Beberapa jembatan di jalan nasional usianya sudah puluhan tahun, ini juga harus diperhatikan. Baik yang pendek maupun yang panjang (sungai besar),” terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Provinsi Bali, BBPJN Jawa Timur–Bali, I Made Mardita mengatakan, salah satu infrastruktur yang krusial di ruas jalan Denpasar-Gilimanuk adalah jembatan. Beberapa titik jembatan di ruas Gilimanuk-Antosari, usianya sudah lebih dari 30 tahun. PPK pun telah mengusulkan untuk perbaikan jembatan terutama yang kondisinya lebih sempit dari jalan. “Beberapa titik jembatan lebih sempit dari jalan, sehingga kita sudah usulkan ada empat titik yang perlu perbaikan, kebanyakan di Hutan Cekik (menjelang Gilimanuk),” ujarnya.

Baca juga:  Perataan Tebing di Tikungan Pekutatan Dipertanyakan

Perbaikan jembatan ini penting, karena diantaranya kondisinya sudah sempit dan berumur puluhan tahun. Sementara itu, terkait dengan rencana pelebaran ruas jalan nasional dari Pekutatan hingga Gilimanuk menurutnya belum ada. Kalaupun memang ada, memerlukan biaya yang besar baik untuk pembebasan lahan maupun pembangunan jalan.

Seperti diketahui, rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk Mengwi yang sudah groundbreaking akhir 2022 lalu di Pekutatan, tahun 2026 ini terjadi penyesuaian. Dari sebelumnya sekitar 96 kilometer menjadi 62 kilometer, dengan tidak menyertakan trase Pekutatan-Gilimanuk. Ruas jalan dari Pekutatan ke Gilimanuk akan memanfaatkan jalan nasional yang sudah ada. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN