Putri Indonesia Lingkungan 2026 yang juga Miss International Indonesia 2026, Victoria Kosasieputri bersama keluarga Puri Agung Pemecutan, dan undangan lainnya dalam pembukaan pameran seni bertemakan Mulasara di Puri Agung Pemecutan, Denpasar, Jumat (18/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pameran seni kontemporer bertajuk Mulasara resmi dibuka di Puri Agung Pemecutan, Denpasar, Jumat (18/9). Pameran yang melibatkan lima seniman kontemporer asal Bali ini menjadi bagian dari persiapan Victoria Titisari Kosasieputri atau Vicky untuk membawa representasi seni Indonesia dalam ajang Miss International di Jepang, November mendatang.

Vicky yang menyandang gelar Putri Indonesia Lingkungan 2026 sekaligus Miss International Indonesia 2026 mengatakan, pameran tersebut merupakan hasil kerja sama Puri Agung Pemecutan serta komunitas Kultara ID. Menurut Vicky, pemilihan Puri Agung Pemecutan sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan.

Baca juga:  Nyoman Arjasa Wenten, Seniman Tari dan Karawitan Bali yang Mendunia

Puri ini memiliki sejarah yang dalam sehingga dinilai menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan tradisi dan modernitas melalui seni. “Mulasara berarti kembali ke akar,” ujar Vicky.

Lima seniman yang terlibat dalam pameran tersebut menghadirkan karya yang merespons Puri Agung Pemecutan serta kondisi Bali, khususnya persoalan over development dan over tourism. Melalui pameran ini, Vicky berharap generasi muda semakin peduli terhadap ekosistem dan lingkungan di Bali.

Baca juga:  Patung Catur Muka Direvitalisasi, Ikon Kota Singasana Diselaraskan dengan Gajah Mada

Ia mengatakan, dialog antara tradisi dan modernitas melalui seni juga diharapkan dapat mendorong kepedulian terhadap pelestarian bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Puri Agung Pemecutan. “Dalam pameran ini saya berharap bisa berpresentasi di Miss International yang akan saya ikuti di Jepang pada November, dalam rangka representasi seni Indonesia,” katanya.

Vicky mengatakan, keterlibatannya dalam pameran tersebut juga tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai seniman kontemporer dan pekerja budaya. Ia pernah bekerja di bidang museum, heritage, dan pelestarian budaya.

Baca juga:  Libatkan Ratusan Seniman, Tabanan Ikut 14 Materi di PKB 2025

Sementara itu, pihak Puri Agung Pemecutan menyambut baik pelaksanaan pameran Mulasara. Anak Agung Ngurah Agung Parwana mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk mempromosikan sejarah Puri Agung Pemecutan kepada masyarakat luas.

Ia berharap keberadaan pameran tersebut turut dibawa Vicky saat mengikuti ajang di Jepang nanti. Termasuk keberadan Puri Agung Pemecutan bisa lebih dikenal di dunia internasional. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN