
SINGASANA, BALIPOST.com – Jejak perjuangan kemerdekaan di Bali terus dijaga melalui perawatan Monumen MBO DPRI Soenda Ketjil di Munduk Malang, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Personel Koramil 1619-02/Selemadeg bersama Yayasan Pengurus TPB Margarana melakukan pengecatan dan pembenahan monumen, Rabu (9/9), sebagai upaya mempertahankan warisan sejarah perjuangan I Gusti Ngurah Rai.
Danramil 1619-02/Selemadeg Kapten Inf Dwi Hangga Normala turut memantau langsung kegiatan tersebut. Perawatan dilakukan tidak hanya untuk menjaga kondisi fisik monumen, tetapi juga mempertahankan keberadaannya sebagai penanda perjalanan perjuangan kemerdekaan di wilayah Tabanan.
Munduk Malang memiliki kaitan penting dengan sejarah perjuangan I Gusti Ngurah Rai. Pada April 1946, wilayah tersebut menjadi salah satu tempat dibentuknya Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai sebagai wadah perjuangan bersenjata menghadapi penjajah. Perjuangan tersebut kemudian berkembang melalui berbagai perlawanan hingga mencapai puncaknya dalam Puputan Margarana.
Kapten Inf Dwi Hangga Normala mengatakan, menjaga monumen bukan sekadar merawat bangunan. Lebih dari itu, keberadaan monumen menjadi pengingat bagi generasi sekarang mengenai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
“Perawatan monumen ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga warisan sejarah perjuangan. Kami berharap keberadaannya tetap terpelihara dan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda tentang perjuangan serta pengorbanan para pendahulu,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan perawatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga Monumen MBO DPRI Soenda Ketjil Munduk Malang tetap terjaga dan tidak kehilangan nilai historisnya. Keberadaan monumen diharapkan tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat perjalanan perjuangan kemerdekaan di Bali. (Dewi Puspawati/balipost)










