
DENPASAR, BALIPOST.com – Proses pemadaman dan pendinginan kebakaran di gudang rongsokan serta kos-kosan semipermanen di Jalan Nakula Gang Jatayu, Denpasar Barat (Denbar), terus dilakukan. Pasalnya, masih ditemukan bara api di bawah tumpukan puing-puing kebakaran. Sementara itu, korban kebakaran diperkirakan mencapai 300 kepala keluarga (KK).
Informasi soal korban terdampak kebakaran disampaikan koordinator korban kebakaran ketika bertemu Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang saat melakukan peninjauan. Disebutkan bahwa 1 are atau petak dibuatkan 2 sampai 3 kamar kos. Satu petak kos tersebut bisa ditempati 10 orang.
Usai menyerahkan bantuan sembako, Kombes Leonardo didampingi Kapolsek Denbar, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati menyampaikan, pihaknya menerjunkan mobil armoured water cannon di sisi timur untuk melakukan pendinginan. Labfor juga sudah mendatangi TKP. “Mungkin nanti akan turun lagi untuk ke tengah mencari titik api setelah pendinginan selesai sehingga tidak membahayakan,” ujarnya.
Kapolresta mengatakan, data sementara menyebut, warga yang tinggal di TKP sebanyak 300 KK. Sementara, saksi yang sudah dimintai keterangan mencapai 15 orang. Saat ini, para korban menempati tenda-tenda darurat yang sudah disiapkan.
“Kalau penyebab kebakaran, dugaan sementara dan keterangan saksi, dari gas (elpiji). Tapi tetap melakukan penyelidikan bersama labfor,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kebakaran terutama saat musim kemarau dan angin kencang, pihaknya sudah memberikan imbauan ke masyarakat agar waspada terhadap pembakaran sampah. Jangan membakar sampah lahan yang dekat barang atau tumbuhan mudah terbakar.
Kapolresta juga berpesan kepada koordinator korban kebakaran supaya menjaga keamanan. Jangan sampai ada keributan. Jika terjadi gangguan kamtibmas, agar langsung lapor ke Polsek Denbar.
Leonardo pun menyampaikan bahwa ia telah menemui korban kebakaran yang menempati tenda darurat. Ia juga meminta Kapolsek Denbar memantau distribusi bantuan merata sehingga semua warga terdampar mendapatkan bantuan.
Dari pantauan di lapangan, bantuan terus mengalir dari berbagai komponen masyarakat. Bantuan tersebut berupa sembako, pakaian bekas, pampers hingga makanan. Bahkan sejumlah WNA juga menyerahkan bantuan untuk para korban. (Kerta Negara/balipost)










