Sejumlah perairan laut di Bali akan mengalami gelombang tinggi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat terhadap potensi kondisi laut berbahaya di sejumlah perairan Bali. Berdasarkan informasi yang dikeluarkan BBMKG, gelombang laut selama sepekan ke depan berpotensi mencapai 4–6 meter di perairan selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan.

Selain potensi gelombang tinggi, BBMKG juga menerbitkan Peringatan Dini Pasang Maksimum Wilayah Pesisir Bali untuk periode 11–17 Agustus 2026. Peringatan pasang maksimum tersebut berkaitan dengan fenomena Bulan Perigee pada 10 Agustus dan Bulan Baru pada 13 Agustus 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Bali.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di laut dan kawasan pesisir, meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan laut.

Baca juga:  Ruangan Wakil Rektor Unud Ikut Digeledah, Ratusan Dokumen Disita

Dalam informasi tinggi gelombang BBMKG Wilayah III, periode 10–13 Agustus 2026 terdapat dua kelompok wilayah yang perlu mendapat perhatian. Gelombang 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Lombok bagian utara.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi, yakni 4–6 meter, berpeluang terjadi di perairan selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran. BBMKG memberikan batas perhatian berdasarkan kombinasi kecepatan angin dan tinggi gelombang. Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, risiko meningkat pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Sedangkan kapal feri berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Baca juga:  Jembatan Darurat Dibangun di Jalan Perbatasan Karangasem-Klungkung

Untuk kapal besar seperti kapal kargo dan pesiar, BBMKG mencantumkan kondisi berisiko ketika kecepatan angin mencapai 27 knot dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Di sisi lain, peringatan BBMKG untuk periode 11–17 Agustus 2026 juga menyangkut potensi pasang maksimum di kawasan pesisir.

Fenomena Bulan Perigee pada 10 Agustus dan Bulan Baru pada 13 Agustus berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah.

Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut, meliputi Pesisir selatan Kabupaten Jembrana. Pesisir selatan Kabupaten Tabanan. Pesisir Kabupaten Badung. Pesisir Kota Denpasar. Pesisir Kabupaten Gianyar, dan Pesisir selatan Kabupaten Klungkung

Cahyo Nugroho mengatakan bahwa  waktu terjadinya pasang maksimum dapat berbeda-beda, baik hari maupun jam, di setiap wilayah. Dampaknya terutama berpotensi dirasakan pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Baca juga:  Sejumlah Wilayah Bali Alami Cuaca Buruk

Aktivitas yang perlu diantisipasi antara lain bongkar-muat di pelabuhan, kegiatan di permukiman pesisir, aktivitas tambak garam, serta perikanan darat.

Masyarakat di kawasan pesisir diminta tidak hanya memperhatikan kondisi pasang surut, tetapi juga perkembangan angin dan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi dampak pasang maksimum air laut serta terus memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BBMKG. Informasi maritim BBMKG Wilayah III juga menunjukkan kondisi gelombang dan angin di perairan Bali dapat berubah dari waktu ke waktu. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN