
AMLAPURA, BALIPOST.com – Belakangan ini, lampu hias senilai ratusan juta rupiah yang menggantung di pohon-pohon perindang di kawasan Jalur 11, Amlapura, Karangasem, padam. Padahal, keberadaan lampu tersebut untuk mempercantik kawasan Taman Jagat Karana ketika malam hari.
Saat awal pemasangan, lampu hias yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem melalui APBD Perubahan Tahun 2024 itu memang diproyeksikan untuk memperindah wajah Taman Jagat Karana di Jalur 11. Lampu dipasang menghiasi pohon-pohon perindang di sisi jalan hingga pohon yang berada di median jalan, sehingga pada malam hari kawasan tersebut terlihat lebih menarik.
“Belakangan ini saya lihat lampu hias yang dipasang dipohon tidak menyala, rusak atah sengaja dipadamkan ketika malam harinya saya kurang tahu itu” ujar Zulfika salah seorang warga.
Sementara itu, pengadaan lampu hias tersebut menelan anggaran sekitar Rp250 juta melalui mekanisme e-catalog dan dikerjakan oleh kontraktor yang sama dengan pelaksana proyek LPJU hias milik Dinas Perhubungan Karangasem yang saat kasushya sedang bergulir di kejaksaan negeri karangasem.
Namun, kondisi saat ini berbanding terbalik dengan tujuan awal pemasangannya. Lampu-lampu hias tersebut kini terlihat tidak lagi menyala. Belum diketahui apakah lampu mengalami kerusakan, tidak mendapat perawatan, atau memang sengaja tidak dioperasikan.
Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, I Made Wiguna mengatakan, kalau pihaknya masih melakukan pengecekan terkait lampu hias tersebut. “Masih dicek oleh kabid kelistrikannya,” ujarnya, pada Jumat (7/8) kemarin. (Eka Parananda/balipost)










