
SINGASANA, BALIPOST.com – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 yang selama ini beroperasi di Sentra Mahatmiya Bali, Kabupaten Tabanan, direncanakan pindah ke lokasi Sekolah Rakyat (SR) baru di Kabupaten Karangasem mulai tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 74 siswa yang saat ini menjalani pendidikan di Tabanan dijadwalkan ikut berpindah pada Juli 2026 mendatang.
Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Tommy Heriyanto, mengatakan bahwa Sentra Mahatmiya memang dilibatkan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat di Bali. Penjangkauan difokuskan pada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) desil 1 dan 2 yang memiliki anak putus sekolah atau rentan putus sekolah.
Menurutnya, data calon siswa nantinya akan diverifikasi sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Bali karena cakupan penerimaan siswa lintas kabupaten. “Tim akan turun langsung ke masyarakat untuk memperkenalkan program Sekolah Rakyat. Jika keluarga bersedia, datanya dimasukkan ke aplikasi Setara sebagai calon siswa,” ujarnya, Senin (18/5).
Untuk tahun 2026, dari informasi yang didapatkannya kuota Sekolah Rakyat di Bali disiapkan sebanyak 260 siswa dengan sistem multi entry. Artinya, penerimaan tidak hanya untuk siswa baru kelas awal, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak putus sekolah di berbagai jenjang, mulai SD hingga SMA.
Tommy menjelaskan penempatan kelas nantinya disesuaikan kemampuan dasar siswa. Bahkan jika usia anak sudah masuk jenjang tertentu namun kemampuan baca tulis belum memadai, maka penempatan kelas akan disesuaikan hasil asesmen kemampuan. Di sisi lain, rencana pemindahan SRMP 17 dari Tabanan ke Karangasem juga memunculkan tantangan tersendiri. Salah satunya keberatan sebagian orangtua yang merasa berat melepas anak bersekolah jauh dari rumah, khususnya bagi siswa asal Tabanan.
“Memang sudah ada keberatan yang disampaikan orangtua terkait perpindahan ke Karangasem. Tetapi sejauh ini belum ada yang menyatakan menolak melanjutkan sekolah,” katanya.
Menurut Tommy, apabila nantinya terdapat siswa yang tidak melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat, pemerintah pusat kemungkinan akan menyiapkan langkah mitigasi agar anak tetap bisa melanjutkan pendidikan formal di sekolah reguler. Sementara itu, pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Karangasem disebut telah mencapai sekitar 51 persen dan ditargetkan rampung sebelum Juli 2026 agar proses pemindahan siswa dapat berjalan sesuai jadwal tahun ajaran baru.(Puspawati/balipost)










