Seorang warga sedang membeli kebutuhan hariannya di Pasar Anyar Sari, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Secara bulanan atau month to month (mtm), Kota Denpasar mengalami deflasi 0,30 persen pada Juli 2026. Kelompok makanan atau volatile food memberi andil tertinggi deflasi bulanan di Denpasar pada Juli.

Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap menjadi perhatian mengingat kelompok makanan cenderung mengalami gejolak harga.

Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Rabu (5/8) mengatakan, deflasi yang terjadi pada Juli kemarin dominan disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,06 persen. Kemudian disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,23 persen.

Baca juga:  Jaya-Wibawa Unggul Hitung Internal PDIP, KPU Denpasar Rapat Pleno 6 Desember

“Meskipun secara bulanan mengalami deflasi upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan perlu tetap menjadi perhatian karena kelompok makanan ini harganya cenderung bergejolak. Sehingga inflasi Kota tetap berada dalam target yang telah ditetapkan,” katanya.

Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan yakni cabai rawit, canang sari, daging ayam ras, bawang merah dan daging babi.

Meski secara bulanan mengalami deflasi, secara tahunan atau year on year Denpasar tetap mencatatkan inflasi sebesar 2,77 persen. Penyumbang inflasi tahunan tertinggi yakni kelompok transportasi sebesar 0,70 persen, disusul makanan, minuman dan tembakau 0,43 persen, perumahan air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,37 persen serta pendidikan sebesar 0,35 persen.

Baca juga:  Pra-PON Futsal, Bali Ditundukkan NTB

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan di Denpasar yakni bensin, emas perhiasan, sewa rumah, biaya pendidikan SMA dan nasi dengan lauk. Inflasi tahunan pada Juli ini tercatat masih lebih rendah dibandingkan Juni lalu sebesar 3,46 persen. “Meski demikian kita tetap waspada yang kemungkinan ada kenaikan pada bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

Demikian dikatakannya, kelompok transportasi naik 5,66 persen, kelompok pendidikan naik 4,43 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran naik 4,08 persen, kelompok kesehatan naik 3,60 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 2,66 persen menjadi beban utama rumah tangga dan semakin menekan konsumsi. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Oknum Driver Grab Diadili Coba Memperkosa Turis,
BAGIKAN