Petugas melakukan proses pengolahan sampah di TPST Tahura 1, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengoptimalan pengelolaan sampah tanpa harus dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung belum bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Hal tersebut lantaran mesin yang berkapasitas 250 ton masih mengalami kendala.

Meski demikian, Pemkot Denpasar telah mampu mengelola 540 ton sampah dari target 1.000 ton lebih sampah yang dihasilkan per hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Rabu (29/7). Dia mengakui belum bisa memenuhi deadline penuntasan pengelolaan sampah pada 1 Agustus ini.

Baca juga:  Astra Motor Bali Apresiasi Konsumen Jelang Hari Pelanggan Nasional 2020

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Gubenur, Agustus itu belum bisa kita penuhi karena kendala mesin yang kita pesan untuk operasional 250 ton itu belum terpenuhi. Dia (rekanan) meminta waktu pengunduran yang hampir satu bulan,” ungkapnya.

Jaya Negara mengaku, dengan adanya kendala mesin tersebut, pihaknya tidak berani memaksakan. Sebab dikahwatirkan akan timbul permasalahan baru. Meski demikian, dia mengakui saat ini pengelolaan sampah di Kota Denpasar sudah jauh lebih baik.

Baca juga:  TPS3R Penglipuran Siap Beroperasi, Olah Sampah Jadi Cinderamata

Mulai dari pengoptimalan pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Tahura yang sudah berjalan 3 shift dengan mampu mengelola sampah 150 ton per hari.

Kemudian pengelolaan sampah di hulu dikatakannya sudah menunjukan tren peningkatkan. Saat ini pengelolaan sampah di hulu sudah mampu mengurangi hingga 250 ton sampah.

Jumlah ini meningkat dari sebelumnya hanya 75 ton per hari. Demikian pembagian komposter bag, kata Jaya Negara, saat ini sudah mencapai 174 ribu. “Saat ini total kita sudah mampu mengelola 540 ton sampah per hari,” imbuhnya.

Baca juga:  Peringati Hari Lingkungan Hidup, Buleleng Dorong Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga

Sebelumnya, Pemkot Denpasar menyatakan, tetap mengikuti arahan per Agustus jadi batas akhir pembuangan sampah ke TPA Suwung meski wacana penutupan tidak jadi dilakukan. Namun adanya kendala membuat pengoptimalan pengelolaan sampah belum bisa dilakukan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN