Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq meninjau pengelolaan sampah mandiri di Sekolah Dasar Negeri 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq melaksanakan kunjungan ke SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9). Dalam kunjungan tersebut dia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam menangani persoalan sampah, khususnya melalui upaya pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber.

Sesampainya di SDN 5 Pedungan, Hanif melihat langsung penerapan pengelolaan sampah. Ia mengaku secara acak menanyakan kepada sejumlah siswa mengenai penerapan teba modern maupun bag composter di rumah mereka. “Kita tentu mengapresiasi yang sangat baik upaya serius Pemerintah Kota Denpasar dalam menuntaskan masalah sampahnya,” kata Hanif.

Hanif menilai, penerapan pengelolaan sampah dari sumber merupakan langkah untuk mengurangi sampah yang harus dibawa ke TPA Suwung. Mantan Menteri LH ini mengatakan, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan serius bagi Bali, terutama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang menjadi kawasan tujuan wisata utama.

Baca juga:  Pengelolaan Sampah Desa Kelating Terbentur Kesediaan Lahan

Menurut Hanif, upaya pengelolaan sampah dari sumber dan beberapa fasilitas penunjang lainnya mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan volume sampah yang dikirim menuju TPA Suwung. Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Gubernur Bali, pengurangan sampah yang masuk ke TPA Suwung telah mencapai sekitar 70 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Pengurangan sampah yang dari sampah Denpasar ke TPA Suwung ini sudah berkurang beberapa persen, mungkin mencapai sampai 70 persen dari kondisi yang ada,” ujarnya.

Baca juga:  Pengangkutan Sampah ke TPA Mandung Turun Drastis

Hanif mengatakan upaya tersebut akan terus dilanjutkan sesuai dengan rencana strategis yang disusun Pemerintah Kota Denpasar. Targetnya, hingga Desember 2026 mendatang tidak ada lagi sampah segar atau hanya sampah residu yang masuk ke TPA Suwung.

Dengan demikian, sampah organik diharapkan dapat diselesaikan di sumber, sementara sampah anorganik direduksi melalui berbagai upaya pengelolaan dan pemilahan. “Sehingga tidak ada lagi sampah-sampah segar masuk di Suwung. Jadi, hanya residu nanti yang akan di Suwung,” katanya.

Hanif menjelaskan, penanganan sampah tersebut juga berjalan beriringan dengan program Pemerintah Pusat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL. Ia berharap fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir 2027. “Mudah-mudahan akhir 2027 ini sudah operasional,” ujarnya.

Baca juga:  Beranda Pustaka Serangkaian FSBJ Disambut Antusias Penghobi Buku

Meski demikian, Hanif menekankan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, menurutnya, efektivitas dan efisiensi pengelolaan sampah tetap harus menjadi perhatian meskipun ia meyakini Bali, termasuk Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, memiliki kemampuan untuk mendukung pembiayaannya.

Hanif menambahkan, upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung harus terus dilanjutkan, bukan hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga membangun perubahan perilaku masyarakat. Ia menilai perubahan perilaku sejak usia sekolah menjadi salah satu kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN