Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus meninggalnya pria yang diduga mencuri ayam aduan di Juwuk Legi, Batunya, Tabanan. (BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pascainsiden berdarah yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Jumat (24/7), Desa Adat Batunya, tengah menyiapkan upacara pecaruan sebagai bentuk penyucian sekaligus memulihkan keseimbangan secara niskala desa setempat. Upacara tersebut direncanakan digelar dalam waktu dekat, dengan mempertimbangkan hari baik.

Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa, Minggu (26/7), mengatakan, seluruh rangkaian upacara tentunya kewenangan desa adat. Saat ini waktu pelaksanaan masih dikoordinasikan dan diperkirakan berlangsung pada Senin (27/7) atau bertepatan dengan Purnama, 29 Juli mendatang. “Informasi yang saya terima, pelaksanaannya kemungkinan besok atau saat Purnama. Semua masih menunggu keputusan desa adat,” ujarnya.

Baca juga:  Desa Adat Diminta Proaktif Data Duktang

Menurut Riasa, upacara pecaruan tentunya akan dipusatkan di lokasi kejadian, yakni Bale Banjar Juwuk Legi. Selain itu, prosesi juga akan dilaksanakan di kawasan Tri Kahyangan sebagai bagian dari rangkaian penyucian menurut adat dan kepercayaan masyarakat setempat.

Riasa berharap masyarakat tidak larut dalam peristiwa tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran bersama. Ia mengajak seluruh warga menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pada aparat yang berwenang.

Baca juga:  Pansus TRAP Telusuri Dugaan Penguasaan 82 Hektare Tahura oleh BTID

“Kejadian ini agar menjadi pembelajaran bagi kita semua. Terpenting saat ini bagaimana tetap menjaga kerukunan agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu pascakejadian, kondisi kamtibmas di Banjar Dinas Juwuk Legi diakuinya sudah kembali kondusif. Meski demikian, pengamanan tetap diperketat dengan melibatkan pecalang untuk melakukan pengawasan lebih intensif.

Ia menjelaskan, sebelum peristiwa itu terjadi, pecalang sebenarnya telah melaksanakan ronda secara rutin setiap hari. Namun, pasca kejadian tentunya pengamanan akan lebih ditingkatkan lagi.

Baca juga:  Ditarget Rampung Februari 2019, Perda Desa Adat dan Perda Kontribusi Wisatawan

“Pengawasan sekarang kami perketat agar masyarakat merasa lebih tenang dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN