Umat Hindu memadati Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar, saat puncak piodalan yang digelar bertepatan dengan perayaan Kuningan, Sabtu (27/6). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Umat Hindu memadati Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar, saat puncak piodalan yang digelar bertepatan dengan perayaan Kuningan, Sabtu (27/6).

Rangkaian piodalan akan berlangsung selama 4 hari, hingga Selasa (30/6).

Bendesa Adat Kesiman, Jro Ketut Wisna, mengatakan puncak piodalan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan inu dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Bajing dan Ida Pedanda Buda Gunung Sari.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan upacara pekelem di segara yang dipuput Jro Mangku Desa Adat Serangan bersama prajuru desa adat, serta prosesi pemendakan dan pedatengan Ida Bhatara pada malam harinya.

Baca juga:  Umat Hindu di Jakarta Gelar Tawur Kesanga

Prosesi piodalan dimulai pukul 09.00 WITA. Terdapat berbagai pementasan wali, yakni tabuh gong oleh Sekaa Gong Desa Adat Serangan, Topeng Wali, Wayang Lemah, serta Tari Rejang Dewa.

Ia mengutarakan persiapan untuk piodalan telah diawali dengan sejumlah persiapan sejak awal Juni melibatkan lima desa adat sebagai pengempon, yakni Desa Adat Serangan, Kesiman, Kelan (Badung), Kepaon, dan Pemogan.

Wisna menambahkan, rangkaian piodalan berlanjut pada Minggu (28/6) atau Umanis Kuningan dengan pengganyaran kaping pisan (pertama) yang dipuput Ida Pedanda Putra Telaga dari Griya Gulingan, Sanur. Hari tersebut juga diisi tari dan tabuh seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Rejang Dewa hingga Tari Baris Gede.

Baca juga:  Volume Sampah Hari Raya Galungan dan Kuningan Capai 130 Ton

Pada sore harinya digelar prosesi ngerebeg dan penyamblehan.

Selanjutnya, Senin (29/6) atau Paing Kuningan dilaksanakan pengganyaran kedua yang dipuput Ida Peranda Istri Penataran dari Griya Timbul, Sanur.

Pada hari ketiga ini juga dilangsungkan tari wali yakni Topeng Wali yang diiringi sekaa gong Desa Adat Serangan.

Penyineban berlangsung pada Selasa (30/6) yang dipuput Ida Peranda Made Karang dari Griya Karang, Tampakgangsul.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Hasil Play-off Piala Dunia Zona Eropa hingga Evaluasi Perbup Batas Desa

Demikian untuk mengantisipasi membludaknya pemedek, Ketut Wisna mengatakan, panitia piodalan menyiagakan pecalang dari 5 desa adat. “Masing-masing desa adat mengerahkan pecalang untuk mengantisipasi membludaknya pemedek,” terangnya.

Ia mengimbau agar pemedek tangkil pada 4 hari selama piodalan berlangsung untuk menghindari membludaknya pengunjung di hari pertama atau puncak piodalan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN