(BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Suasana khidmat menyelimuti upacara Piodalan Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum di Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9). Di tengah pelaksanaan karya suci tersebut, Desa Adat Selat juga menyampaikan aspirasi terkait penataan kawasan pusat desa dan sejumlah fasilitas umum kepada Pemerintah Kabupaten Badung.

Bendesa Adat Selat, Ida Bagus Made Anom mengatakan rangkaian Karya Piodalan, Ngodakan, serta Ngeratep Ida Bhatara Sakti telah berlangsung sejak 16 Mei 2026. Rangkaian tersebut diawali dengan pemugaran tiga bangunan pelinggih, termasuk Pelinggih Ida Ratu Mas, sekaligus perbaikan pratima.

Baca juga:  PAD Badung Berpotensi Lampaui Target

Pemugaran dan perbaikan sarana fisik tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari pos anggaran Perubahan APBDes melalui bantuan hibah Pemkab Badung yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Selat. Sementara itu, kebutuhan operasional upakara dipenuhi melalui urunan warga dan punia sukarela. Setelah puncak piodalan, rangkaian upacara akan berlanjut hingga prosesi Mepinton di Pura Dalem pada Rabu, 16 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Desa Adat Selat turut menyampaikan aspirasi mengenai rencana penataan kawasan Pusat Desa (Pusdes) dan fasilitas umum Petang Pleban. Kawasan yang menjadi perhatian meliputi Puseh Desa, Alas Sangker, dan Alas Arum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran yang telah hadir. Kami berharap Pemkab Badung dapat memberikan dukungan paridana serta pengkondisian anggaran di masa mendatang untuk menata kembali pelinggih maupun sarana penunjang di kawasan tersebut,” harapnya.

Baca juga:  Lewati Jalan Bergelombang di Jalan Raya Darmasaba, Mobil Tabrak Pemotor Hingga Meninggal

Turut hadir dalam upacara tersebut Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Bupati menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada para pemangku, perangkat desa, dan krama yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan pujawali.

Menurut Bupati Adi Arnawa, keharmonisan antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keajegan Bali. Karena itu, pemerintah akan terus mengawal penataan sarana ibadah secara bertahap seiring dengan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Baca juga:  Akan Ditata, Jogging Track Lumintang

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan serta ikut menjadi upasaksi atas karya suci yang dilaksanakan masyarakat. Semoga melalui pemelaspasan dan pemeliharaan pelawatan di pura ini, kita semua senantiasa dianugerahi keselamatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Pelaksanaan piodalan sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara krama, desa adat, pemerintah desa, dan Pemerintah Kabupaten Badung. Gotong royong masyarakat dalam mendukung rangkaian upacara menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan keberadaan tempat suci di lingkungan Desa Adat Selat. (Parwata/balipost)

BAGIKAN