Persiapan pujawali di Pura Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot yang berlangsung mulai, Rabu (1/7) hingga Sabtu (4/7), dipastikan tidak mengganggu aktivitas pariwisata di DTW Tanah Lot. Bahkan, momen karya agung tersebut diproyeksikan menjadi daya tarik wisata spiritual karena pengunjung dapat menyaksikan langsung prosesi keagamaan dan tradisi Bali di salah satu destinasi di kabupaten Tabanan tersebut.

Manajemen Operasional DTW Tanah Lot saat ini melakukan persiapan dengan menyiagakan seluruh personel lapangan untuk menjamin kelancaran dan keamanan rangkaian upacara. Pengamanan dan pengaturan arus pengunjung dilakukan secara terpadu melalui koordinasi dengan Panitia Pengemong Pura Luhur Tanah Lot agar kegiatan persembahyangan umat dan aktivitas wisata berjalan berdampingan.

Baca juga:  Tingkatkan Konektivitas, Prabowo Minta Semua Bandara Dibuka

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana menegaskan kawasan wisata tetap dibuka seperti biasa selama pelaksanaan Pujawali. Menurutnya, momen pujawali ini justru menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati perpaduan keindahan alam Tanah Lot dengan kekayaan budaya dan spiritual Bali.

“Kami memastikan operasional DTW Tanah Lot tetap berjalan normal. Wisatawan dapat menyaksikan langsung prosesi budaya dan spiritual yang menjadi bagian dari kearifan lokal Bali,” ujarnya, Jumat (26/6).

Untuk mendukung kelancaran persembahyangan, manajemen juga melakukan pemantauan kondisi pasang surut air laut yang menjadi akses menuju kawasan pura.

Baca juga:  Long Weekend Maulid Nabi 2025, Ini 7 Rekomendasi Ide Isi Liburan di Bali

Berikut jadwal pasang surut yang disampaikan pihak manajemen, Rabu, 01 Juli 2026 (Buda Wage Langkir), surut pukul 03.00 sampai 08.00 WITA dan 16.00 sampai 22.00 WITA, pasang pukul 09.00 sampai 15.00 WITA dan 23.00 sampai 03.00 WITA. Kemudian pada Kamis, 02 Juli 2026 (Wraspati Kliwon Langkir) surut pukul 04.00 sampai 09.00 WITA dan 16.00 sampai 22.00 WITA, pasang: 10.00 sampai 15.00 WITA dan 23.00 sampai 04.00 WITA.

Lalu pada hari Jumat, 03 Juli 2026 (Sukra Umanis Langkir), surut: 04.00 sampai 10.00 WITA dan 17.00 sampai 23.00 WITA dan pasang: 11.00 sampai 16.00 WITA dan 00.00 sampai 04.00 WITA.  Dan pada penyineban yakni sabtu, 04 Juli 2026 (Saniscara Paing Langkir – Hari Nyineb), surut: 05.00 sampai 11.00 WITA dan 18.00 sampai 23.00 WITA, pasang: 12.00 sampai 17.00 WITA dan 00.00 sampai 05.00 WITA.

Baca juga:  Berwisata ke Rio de Janeiro

Namun, kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada cuaca dan dinamika laut. Karena itu, seluruh pamedek dan wisatawan diimbau mengikuti arahan petugas keamanan dan pecalang demi menjaga kenyamanan dan keselamatan selama rangkaian Pujawali berlangsung. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN