Krama laki-laki membawa tongkat kayu pulet saat pelaksanaan Tradisi Makotek di Desa Adat Munggu, Badung, Sabtu (27/6). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Badung kembali tancap gas memperkuat pariwisata berbasis desa. Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran Rp 16,7 miliar dalam APBD 2026 untuk merekonstruksi lima desa wisata sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pariwisata tidak hanya berpusat di kawasan utama, tetapi juga merata hingga ke desa-desa dengan potensi unik. Kepala Dinas Pariwisata Badung, A.A. Putri Mas Agung, menegaskan lima desa wisata yang mendapat penataan tahun ini yakni Desa Wisata Kapal, Petang, Munggu, Bongkasa Pertiwi, dan Pangsan. “Lingkup pekerjaan di masing-masing desa wisata berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Putri Mas Agung, Selasa (28/7).

Baca juga:  Pengelola Destinasi Wisata Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana

Ia menambahkan, pengembangan desa wisata merupakan bagian penting dalam strategi nasional sektor pariwisata. “Pengembangan desa wisata merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan masyarakat.Apa yang kami kerjakan di Badung adalah dukungan daerah terhadap program prioritas nasional tersebut,” katanya.

Di Desa Wisata Kapal, pemerintah merancang pembangunan Monumen Siat Tipat, patung Patih, Patung Kebo Iwa, patung kuda, serta penataan halaman. Sementara itu, Desa Wisata Petang akan mendapatkan pembangunan candi bentar, tembok penyengker, dinding penahan tanah, Bale Saka Pat, bangunan pengelola, toilet umum, pos informasi, area parkir, hingga penataan kawasan terpadu.

Baca juga:  Kasus Landak Jawa Jadi Sorotan Masyarakat, PN Denpasar Angkat Bicara

Untuk Desa Wisata Munggu, fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur penunjang seperti taman, area parkir, planter, panggung, tembok penyengker, serta candi bentar. Sedangkan di Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, pembangunan meliputi ruang ganti, Bale Saka Pat, ruang tunggu, Bale Gong, los, tempat melukat, kolam perendaman, kolam ikan, serta penataan kawasan Pura Taman Beji Tirta beserta fasilitas pendukung lainnya.

Adapun Desa Wisata Pangsan akan mendapatkan pembangunan gazebo, kantor pengelola, patung, tempat suci, penataan halaman, landscape, serta penataan gapura sebagai pintu masuk kawasan.

Baca juga:  "Billboard" Liar Dibongkar Sebelum Peresmian Shortcut Padonan

Saat ini, seluruh paket pekerjaan masih dalam proses pengadaan barang dan jasa. Setelah proses tersebut rampung, pembangunan fisik akan segera dimulai. Kabupaten Badung sendiri telah menetapkan 18 desa wisata melalui Peraturan Bupati Badung Nomor 22 Tahun 2021.

Putri Mas Agung berharap penataan ini mampu meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing desa wisata di Badung. “Kami berharap penataan infrastruktur ini mampu meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing desa wisata sebagai destinasi Pariwisata berbasis masyarakat unggulan di Badung,” katanya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN