
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara memasang puluhan kamera pengintai di sejumlah titik. Langkah ini guna mengamankan desa yang menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Badung. Setidaknya, sebanyak 69 unit kamera CCTV dipasang di 28 titik yang dinilai rawan dan memiliki mobilitas tinggi.
Pemasangan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Agustus mendatang. Program tersebut menjadi bukti keseriusan desa dalam menjaga keamanan wilayahnya yang dikenal sebagai kawasan padat wisatawan, termasuk Canggu.
Perbekel Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya saat dikonfirmasi, Selasa (4/8), membenarkan perihal tersebut. Sebab, sebagai tujuan pariwisata keamanan menjadi prioritas utama dalam mendukung keberlanjutan pariwisata.
“Sebagai desa pariwisata, faktor keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama. Selama ini kami sudah berkolaborasi dengan Linmas, Pecalang, petugas keamanan usaha, kepolisian, hingga TNI. Sekarang kami maksimalkan lagi dengan dukungan teknologi melalui pemasangan CCTV,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemasangan CCTV telah dimulai sejak Maret lalu dan kini memasuki tahap akhir, yakni perapian jaringan serta integrasi ke server utama. Lokasi pemasangan mencakup persimpangan jalan, akses menuju pantai, pusat aktivitas masyarakat, hingga area dekat tempat hiburan malam.
“Semua sudah mulai dipasang sejak Maret lalu. Sekarang tinggal tahap merapikan jaringan dan menghubungkan seluruh kamera ke server. Targetnya akhir Agustus ini sistem sudah bisa dipantau,” katanya.
Dengan sistem ini, pemerintah desa dapat memantau aktivitas di titik-titik vital secara real time. Selain itu, rekaman CCTV juga akan mempermudah proses pengungkapan apabila terjadi tindak kriminal atau gangguan keamanan lainnya. Meski mengandalkan teknologi, patroli manual tetap diperkuat melalui peran Linmas yang bertugas setiap hari dalam tiga sif.
“Linmas desa diterjunkan setiap hari dalam tiga sif untuk berkeliling wilayah, membantu kepolisian menjaga keamanan sekaligus ikut mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan,” tandasnya.
Program pemasangan CCTV ini sepenuhnya dibiayai oleh anggaran desa dan menjadi inisiatif mandiri Pemerintah Desa Tibubeneng. Hal ini berbeda dengan program serupa milik Pemerintah Kabupaten Badung. Server utama akan ditempatkan di kantor desa, namun sistemnya tetap terhubung dengan Polres Badung untuk mempercepat koordinasi penanganan keamanan. “Program ini bersinergi dengan Polres Badung. Server-nya ada di desa, tetapi juga terhubung ke Polres sehingga koordinasi penanganan keamanan bisa lebih cepat,” terangnya
Dengan penerapan sistem pengawasan berbasis teknologi ini, Desa Tibubeneng ditetapkan sebagai pilot project penguatan keamanan di tingkat desa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut. “Progam kami ini juga menjadi pilot project keamanan. Semoga ini akan mengurangi tindak kriminalitas ke depannya,” sebutnya. (Parwata/balipost)










