Forum Walidata Tingkat Daerah se-Bali, Rabu (22/4) di Pisangne K-Tamane, Baturiti.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan tata kelola data pemerintahan dengan menjadi tuan rumah Forum Walidata Tingkat Daerah se-Bali, Rabu (22/4) di Pisangne K-Tamane, Baturiti.

Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar kabupaten/kota dalam mewujudkan ekosistem data yang terintegrasi, akurat, dan mendukung arah pembangunan daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali tersebut diikuti Walidata dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Made Sumerta Yasa, SSTP, M.Si.

Dalam sambutannya, Sumerta Yasa menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan data guna mendukung tata kelola pemerintahan berbasis data yang valid dan terukur. Menurutnya, forum ini merupakan bagian penting dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) di daerah, sekaligus memperkuat koordinasi antara pembina data, walidata, dan produsen data di tingkat Provinsi Bali.

Baca juga:  Jokowi Dijadwalkan Buka TKN di GWK

Dalam forum tersebut, dua materi utama disampaikan terkait pengelolaan data statistik sektoral. Statistisi Ahli Pertama dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan, Desak Gede Pratiwi Wijayanti, S.Si, memaparkan peran pembina data dalam optimalisasi data statistik sektoral daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Data dan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Made Ariono, S.Kom, menyampaikan materi mengenai optimalisasi data statistik sektoral melalui e-Walidata dalam SIPD-RI.

Baca juga:  Bali Jadi Tuan Rumah Dharma Santi Nasional Nyepi 2026

BPS Kabupaten Tabanan dalam paparannya menegaskan bahwa statistik sektoral memiliki peran strategis sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Data tersebut dihasilkan melalui sensus, survei, dan kompilasi data administrasi, dengan tetap mengedepankan prinsip kualitas data seperti relevansi, akurasi, ketepatan waktu, aksesibilitas, serta keterbandingan.

Di sisi lain, Diskominfo Tabanan menekankan bahwa e-Walidata dalam SIPD-RI menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh data yang digunakan dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, Renstra hingga Renja, tersaji secara valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemanfaatan data statistik sektoral dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pembangunan daerah, mulai dari penentuan target dan baseline pembangunan, penyusunan anggaran yang lebih tepat sasaran, hingga penguatan proses monitoring dan evaluasi.

Baca juga:  Dari Asian Games Menuju Ajang Olimpiade

Meski demikian, forum juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi daerah, seperti belum optimalnya produksi dan publikasi data statistik sektoral serta keterbatasan dukungan anggaran pada urusan statistik.

Kabupaten Tabanan sendiri dinilai cukup progresif dalam penguatan tata kelola data melalui inovasi Agen Statistik Tabanan Unggul (ASTU) yang menjadi wadah kolaborasi lintas perangkat daerah. Inovasi ini turut mengantarkan Tabanan meraih capaian sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Statistik terbaik di Provinsi Bali, sekaligus prestasi nasional melalui program Desa Cinta Statistik.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN