Suasana di Anjungan Penelokan, Kintamani, Bangli. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Anjungan Penelokan, Kintamani, Kabupaten Bangli, gelap gulita saat malam hari. Tidak ada satu pun lampu penerangan yang menyala di area objek wisata tersebut.

Pencahayaan hanya mengandalkan pantulan cahaya dari lampu-lampu di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan, meski kondisinya gelap, sejumlah pengunjung yang tetap mendatangi lokasi itu pada malam hari. Beberapa pengunjung yang datang terlihat sekadar duduk-duduk atau berfoto dengan latar belakang pemandangan bangunan restoran di sekitar lokasi.

Baca juga:  Penyebaran COVID-19 Melonjak, Ini Kata Gubernur Koster Soal Obyek Wisata dan Wisdom

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Dirga Yusa membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aliran listrik lampu yang berada di area anjungan memang sengaja diputus akibat kerusakan teknis.

“Lampu yang di anjungan memang mati karena ada kabel korslet dan berada di bawah bangunan instalasi listriknya. Saat ini, lampu yang hidup di area anjungan hanya di bagian toilet,” ujar Dirga Yusa, Minggu (21/6).

Baca juga:  Dua Anak Warga Amerika Diduga Diculik

Pemutusan aliran listrik ini sudah berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Langkah tersebut diambil demi keselamatan wisatawan, mengingat sistem kelistrikan di lokasi tersebut sebelumnya sempat mengalami kerusakan (konslet). “Dulu waktu masih hidup, ketika hujan di atas anjungan sering terjadi kabel terbakar. Untuk mengatasi biar tidak korslet, aliran listrik ke anjungan diputus,” jelasnya.

Disparbud merencanakan perbaikan fasilitas tersebut pada tahun depan. “Rencana tahun 2027 akan kita perbaiki untuk memenuhi standar DTW (daya tarik wisata),” kata Dirga Yusa. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Simulasi Digelar di Obyek Wisata
BAGIKAN