Klompencapir Pemilu dan Demokrasi di SMP Negeri 1 Penebel, Sabtu (13/6). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Bawaslu Kabupaten Tabanan terus memperluas pendidikan politik bagi generasi muda. Setelah menyasar sejumlah sekolah, lembaga pengawas pemilu itu kembali menggelar program Klompencapir Pemilu dan Demokrasi di SMP Negeri 1 Penebel, Sabtu (13/6), untuk menyiapkan pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berpartisipasi aktif dalam demokrasi.

Penebel menjadi lokasi kedua pelaksanaan edukasi demokrasi yang ditujukan kepada Gen Z. Para siswa yang nantinya akan menjadi pemilih perdana dalam pemilu mendatang diberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi politik, fungsi pemilu, hingga peran masyarakat dalam menjaga demokrasi.

Baca juga:  Pernyataan Kajari Amlapura Dituding Langgar Perda Provinsi

Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta menegaskan, pendidikan demokrasi tidak harus menunggu seseorang berusia 17 tahun. Menurutnya, kesadaran menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab perlu ditanamkan sejak masih duduk di bangku sekolah.

“Menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu. Generasi muda harus mulai memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara sejak dini agar kelak menjadi pemilih yang cerdas dan partisipatif,” ujarnya, Minggu (14/6).

Baca juga:  Bali Keluar dari Lima Besar Penyumbang Kesembuhan Tertinggi Nasional

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Tabanan, I Putu Dian Setiawan. Menurutnya, penguatan literasi demokrasi bagi pelajar merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas kepemimpinan bangsa. Pemahaman mengenai peran pemimpin, partisipasi publik, serta proses demokrasi akan membentuk karakter politik generasi muda yang lebih matang.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Penebel, Kadek Alit Sri Cahyadi menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menjadi tambahan wawasan bagi siswa di luar pembelajaran formal di kelas.

Baca juga:  Bawaslu Temukan Sejumlah Persoalan dalam Pendaftaran Parpol Pemilu 2019

“Kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda. Siswa menjadi lebih memahami makna pemilu dan pentingnya berpikir kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Program Klompencapir Pemilu dan Demokrasi, Bawaslu Tabanan ini diharapkan dapat melahirkan generasi pemilih yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya, namun juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawal jalannya demokrasi secara partisipatif. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN