Siswa baru diberikan edukasi kepemiluan saat MPLS. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru dimanfaatkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangli untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada pemilih pemula. Jajaran Bawaslu Bangli turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepemiluan, bahaya hoaks, serta pentingnya pengawasan partisipatif.

Di SMK Negeri 1 Bangli Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta menyampaikan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, keberhasilan pengawasan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda.

Baca juga:  Jaga Iklim Industri, Kadin Harap Proses Sengketa Pemilu Kondusif

“Demokrasi akan semakin kuat apabila masyarakat ikut mengawasi. Kami berharap adik-adik menjadi generasi yang peduli, berani menyampaikan kebenaran, serta tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi,” ujar Muliarta saat mengisi kegiatan MPLS, Kamis (16/7).

Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi pemilih yang berintegritas ketika telah memiliki hak pilih. Menurutnya, setiap suara memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, generasi muda harus membiasakan diri memilih berdasarkan rekam jejak, visi, misi, dan program calon, bukan karena politik uang maupun janji sesaat.

Baca juga:  Tren Warna Rambut 2024 Didominasi "Solid Colour"

Pada hari yang sama edukasi serupa juga dilaksanakan Bawaslu di SMKN 1 Tembuku. Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan dalam kegiatan MPLS di sekolah tersebut menekankan bahwa hoaks dan disinformasi menjadi ancaman nyata bagi kualitas demokrasi. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

Baca juga:  Dana Pilgub 2024 Disepakati Rp 41 Miliar Lebih

“Hoaks dapat memengaruhi cara pandang masyarakat dalam menentukan pilihan. Karena itu, jangan mudah percaya pada setiap informasi yang beredar. Biasakan melakukan verifikasi, berpikir kritis, dan gunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga demokrasi yang sehat,” tegas Pujawan. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN