SDN 6 Bhuana Giri kembali tak melaksanakan MPLS karena tak mendapatkan peserta didik baru. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – SDN 6 Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, kembali tak melaksanakan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Pasalnya, sekolah tersebut tahun pelajaran 2026/2027 kembali tak mendapatkan peserta didik baru.

Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, Senin (13/7), mengakui, SDN 6 Bhuana Giri kembali tidak mendapatkan siswa baru di tahun pelajaran 2026/2027. “Tahun ini kita kembali tak mendapatkan peserta didik baru sehingga kita tidak melaksanakan kegiatan MPLS. Kondisi ini sudah terjadi sejak empat tahun berturut-turut tak dapat murid baru,” ucapnya.

Baca juga:  SMK TP 45 Tak Dapat Siswa Baru

Suartika mengatakan, tidak adanya siswa yang bersekolah di SDN 6 Bhuana Giri tidak lepas dari kebanyakan warga yang merantau. Selain itu, dipicu sedikitnya jumlah anak yang akan menempuh pendidikan sekolah dasar.

“Di sini ada sekitar 50 KK, tapi sebagian besar mereka merantau. Sehingga mereka yang memiliki anak ikut diajak merantau oleh orang tuanya. Disamping itu memang minim anak yang akan menempuh pendidikan SD,” katanya.

Baca juga:  Debat Pertama, 3 Paslon Pilkada Karangasem Tawarkan Sejumlah Program Strategis

Dia menjelaskan, saat ini SDN 6 Bhuana Giri hanya memiliki 4 orang siswa yang tersebar masing-masing 2 siswa di kelas III dan kelas VI. “Tadi kami berikan sosialisasi kepada siswa terkait kurikulum baru, termasuk kepada para guru,” jelasnya.

Menurut Suartika, guna mengantisipasi nihilnya siswa baru, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan warga dan kelian banjar untuk mencari anak yang akan sekolah SD. Pendekatan termasuk menanyakan ke TK terdekat untuk memastikan apakah ada anak yang akan menempuh pendidikan sekolah dasar. “Setelah ditelusuri, memang sangat minim anak yang akan masuk SD,” tandasnya.

Baca juga:  Pembangunan Bidang Kesehatan, Pemkab Karangasem Bangun Puskesmas Rawat Inap dan Layanan AJP

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tenaga pendidik masih mencukupi. Saat ini di sekolah terdapat 8 orang tenaga yang terdiri dari 6 guru, 1 kasek, dan 1 tenaga administrasi. “Untuk memenuhi jam mengajar guru, bagi guru yang kekurangan jam mengajar di sini mereka mengajar di sekolah lain untuk memenuhi jam mengajar 24 jam,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN