
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tas gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP pada tahun 2026. Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama penghentian program tersebut.
Program pemberian tas gratis bagi siswa baru ini tercatat baru berjalan satu kali, yakni pada tahun 2025 lalu. Saat itu, Disdikpora menyiapkan anggaran sekitar Rp 800 juta. Tas gratis tersebut dibagikan kepada ribuan siswa SD dan SMP sekitar bulan November.
Kabid Dikdas Disdikpora Bangli Ida Bagus Mahaarta dikonfirmasi menjelaskan bahwa program tas gratis ini terpaksa dihentikan karena sumber dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) Bidang Pendidikan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Pengadaan tahun lalu bersumber dari DAU Pendidikan. Kebetulan tahun ini jumlahnya tidak sebesar kemarin, sehingga tidak mencukupi untuk kembali menganggarkan pengadaan tas siswa,” ujarnya.
Ida Bagus Mahaarta mengaku bahwa secara prinsip pihaknya sebenarnya sangat ingin melanjutkan program tersebut, namun realisasinya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran. Dikatakan juga bahwa program pemberian tas gratis ini merupakan program bupati dengan sasaran siswa baru.
Meskipun program ini dihentikan setelah sempat berjalan tahun lalu, pihak Disdikpora mengaku belum menerima pertanyaan atau keluhan dari pihak sekolah terkait kebijakan tersebut. “Sementara ini tidak ada sekolah yang menanyakan terkait program tas gratis tersebut,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










