
AMLAPURA, BALIPOST.com – Semangat partisipasi masyarakat mewarnai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Karangasem di Kecamatan Kubu. Sebanyak 172 usulan dari desa-desa resmi terinput dalam sistem dan siap diperjuangkan menjadi program prioritas pembangunan.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), hadir dan mengikuti forum hingga tuntas di Wantilan Kantor Camat Kubu, Rabu (18/2). Gus Par menegaskan, kehadiran pimpinan daerah dalam musrenbang adalah bentuk komitmen agar aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi.
“Di tengah kesibukan hari ini, saya sengaja meluangkan waktu untuk mengikuti musrenbang sampai selesai agar usulan masyarakat Kubu benar-benar terakomodasi,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah kebutuhan mendasar mengemuka, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan sektor pendidikan. Selain itu, masyarakat juga mendorong pengembangan potensi pertanian, pariwisata, dan UMKM agar mampu menggerakkan ekonomi desa.
Bupati Gus Par mengatakan, musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyusun program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Pihaknya meminta seluruh perangkat daerah mengesampingkan ego sektoral dan fokus pada kebutuhan riil warga.
Camat Kubu, I Gede Sukanta Winaya, melaporkan dari 172 usulan yang masuk melalui aplikasi SIPD, sebanyak 86 usulan berada pada bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, 40 usulan bidang perekonomian dan sumber daya alam, serta 46 usulan bidang infrastruktur dan kewilayahan.
“Musrenbang ini mengusung tema pembangunan 2027, yakni mewujudkan perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan dalam rangka pengentasan kemiskinan menuju Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi),” katanya.
Sementara itu, pada hari kedua pelaksanaan musrenbang di Kecamatan Sidemen, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, membuka secara resmi forum yang berlangsung di Wantilan Banjar Adat Tabola, Kamis (19/2). Berbagai usulan dari perbekel, bendesa adat, dan delegasi desa kembali menguatkan arah pembangunan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Rangkaian Musrenbang ini menjadi penegasan bahwa perencanaan pembangunan Karangasem disusun dari bawah, dengan aspirasi masyarakat sebagai fondasi utama,” tegas Pandu Prapanca Lagosa. (Adv/balipost)










