Suasana di SDN 5 Pohsanten saat hari pertama masuk, Senin (13/7). Sekolah ini hanya menerima 2 siswa baru tahun ini. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Jembrana menghadirkan potret berbeda di SD Negeri 5 Pohsanten. Sekolah yang berada di Banjar Pasatan, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo itu hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kondisi tersebut menjadikan SDN 5 Pohsanten sebagai salah satu sekolah dengan jumlah peserta didik baru paling sedikit di Jembrana. Bahkan, berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, masih terdapat 21 SD yang menerima kurang dari 10 siswa baru, serta satu sekolah yang sama sekali tidak memperoleh peserta didik baru.

Salah seorang guru SDN 5 Pohsanten, Gusti Agung Alit Ariastika, Senin (13/7), mengatakan, pada awal masa pendaftaran belum ada satupun calon siswa yang mendaftar. Hingga pelaksanaan hari pertama MPLS, akhirnya dua siswa laki-laki datang bersama orang tuanya untuk melengkapi persyaratan dan resmi terdaftar.

Baca juga:  Diduga Keracunan, Puluhan Orang Dirawat di RSUD Mangusada

“Sampai tadi pagi (sejak pendaftaran) ada dua siswa laki-laki yang datang mengikuti MPLS sekaligus melengkapi administrasi pendaftaran,” ujarnya.

Menurut Alit, pihak sekolah telah berupaya menyosialisasikan penerimaan peserta didik baru kepada masyarakat sekitar. Bahkan para guru ikut menginformasikan langsung kepada warga agar mendaftarkan anaknya ke SDN 5 Pohsanten. Namun, jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut memang semakin sedikit.

Ia mengungkapkan, saat ini total siswa di SD Negeri 5 Pohsanten hanya berjumlah 49 orang. Rinciannya, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II delapan siswa, kelas III empat siswa, kelas IV 10 siswa, kelas V 12 siswa, dan kelas VI 13 siswa. Tahun ini menjadi jumlah penerimaan paling sedikit.

Baca juga:  Gedung TK di Nongan Ambruk Akibat Angin Kencang

Minimnya peserta didik baru dipengaruhi kondisi demografi di Banjar Pasatan. Meski wilayahnya cukup luas, jumlah penduduk terus berkurang karena banyak warga merantau ke luar daerah. Selain itu, jumlah keluarga yang memiliki anak usia sekolah juga semakin sedikit dibandingkan beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Jembrana, I Nyoman Koriawan membenarkan masih ada sejumlah sekolah dasar yang menerima peserta didik baru di bawah 10 orang. Secara umum proses penerimaan peserta didik baru jenjang SD berjalan lancar. “Tapi memang ada sekolah yang menerima siswa kurang dari 10 orang, bahkan tahun ini ada satu sekolah yang tidak menerima siswa sama sekali,” ujar Koriawan.

Baca juga:  Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Sasar Siswa Baru

Terkait kemungkinan regrouping atau penggabungan sekolah, Koriawan mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Khusus SDN 5 Pohsanten, kondisi sekolah akan dikaji berdasarkan perkembangan jumlah siswa dalam beberapa tahun terakhir.

“Apabila memenuhi kriteria regrouping, seperti jumlah siswa terus menurun selama tiga tahun berturut-turut dan diperkirakan tidak ada penambahan siswa ke depan, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tandasnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN