
JAKARTA, BALIPOST.com – FIFA mengubah sejumlah aturan pertandingan untuk Piala Dunia 2026 termasuk memberi kewenangan kepada wasit untuk membatalkan gol yang diawali pelanggaran sebelum bola dimainkan dalam situasi bola mati, seperti yang kerap terjadi di Liga Inggris.
“Kami yakin gol seperti itu tidak bisa dibenarkan, ini benar-benar tidak adil,” kata Kepala Wasit Pierluigi Collina dikutip dari Kantor Berita Antara, Senin (1/6).
Kebiasaan di Liga Inggris turut menular ke cara tim besutan Thomas Tuchel berlaga di pentas internasional. Collina secara khusus menyoroti gol Timnas Inggris melawan Uruguay dalam sebuah laga persahabatan, yang sempat diwarnai upaya gelandang Adam Wharton menghalang-halangi bek Uruguay Jose Maria Gimenez secara berlebihan dalam situasi sepak pojok.
Menurut Collina, aksi tersebut memberi keuntungan tidak adil kepada Inggris dan seharusnya membuat gol yang dicetak Ben White dianulir.
“Jika pelanggaran terjadi tepat sebelum bola dimainkan, kami yakin tidak ada yang bisa mengajukan keberatan,” katanya.
Ia mengatakan FIFA kini telah memperoleh dukungan dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB untuk memperluas kewenangan video assistant referee (VAR) dalam meninjau pelanggaran sebelum bola dimainkan.
Pertemuan khusus IFAB disebut mendukung percepatan penerapan aturan baru tersebut menyusul meningkatnya kontroversi duel fisik, tarik-menarik, dan blok pemain saat situasi bola mati di berbagai kompetisi, termasuk Premier League.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian di Liga Inggris terjadi ketika gol penyeimbang West Ham United ke gawang Arsenal dianulir karena pelanggaran terhadap kiper David Raya.
Sebagai bagian dari perubahan aturan, Collina mengatakan bahwa dalam pertandingan para wasit akan diminta lebih waspada terhadap praktik-praktik semacam itu, terutama dari tim yang kerap menggunakan pola blok atau duel fisik untuk membuka ruang saat tendangan sudut maupun tendangan bebas.
Dalam aturan baru tersebut, VAR dapat merekomendasikan peninjauan ulang di lapangan jika terdapat pelanggaran jelas oleh tim penyerang sebelum bola dimainkan dan pelanggaran itu berdampak langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin.
Jika wasit memutuskan pelanggaran memang terjadi sebelum bola dimainkan, maka gol dapat dibatalkan dan situasi bola mati akan diulang sesuai keputusan pertandingan.
Selain itu, FIFA juga berupaya membatasi taktik memanfaatkan cedera pemain untuk menghentikan momentum pertandingan dan memberi kesempatan pelatih menyampaikan instruksi di tengah laga.
Menurut Collina, isu tersebut telah dibahas bersama pelatih dari 48 peserta Piala Dunia 2026 dalam sebuah lokakarya khusus.
Meski tidak disertai sanksi kartu, Collina menegaskan para wasit akan bertindak proaktif untuk mencegah tim mengambil keuntungan tidak adil dari situasi cedera pemain. (kmb/balipost)










