Siswa di salah satu SMP negeri di Kota Denpasar saat mengikuti ujian. Daya tampung siswa untuk SMP negeri di Kota Denpasar tahun ajaran 2026/2027 sekitar 5.960 siswa. (BP/eka)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Daya tampung SMP negeri di Denpasar tahun ini hanya 5.960 siswa dari 17 SMP negeri yang ada. Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mencatat lulusan SD tahun ini mencapai 13.246 siswa. Artinya, daya tampung SMP negeri di Denpasar tahun ini masih kurang dari 50 persen.

Ketua Komisi IV DPRD Denpasar, I Wayan Duaja saat diwawancarai, Selasa (12/5), mengatakan, pihaknya mendorong tambahan ruang belajar siswa di SMPN 13 Denpasar dan SMPN 14 Denpasar yang memiliki lahan cukup untuk menambah ruang kelas. Hal tersebut mengingat terbatasnya lahan di Kota Denpasar untuk membangun sekolah baru.

Baca juga:  2020, Orangtua Pecandu Narkoba Dihukum

“Di SMPN 13 dan SMPN 14 yang masih luas, tersisa lahan di sekolah tersebut. Serta jika ada lahan 25 sampai 30 are bisa dibangun SMP baru,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan sekolah swasta dalam hal ini SMP swasta juga menjadi alternatif. Menurutnya, jumlah SMP negeri dan swasta di Denpasar jika dihitung secara keseluruhan telah mampu menampung semua lulusan, bahkan bisa lebih.

Baca juga:  Anak Muda Bali Mulai Tinggalkan Pertanian, Solusinya "Urban Farming"

Untuk itu pihaknya terus mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar tetap memberikan subsidi bagi siswa yang belum bisa mendapatkan sekolah negeri untuk bersekolah di swasta. Subsidi tersebut berupa uang pangkal yang sudah berjalan 3 tahun terakhir.

Duaja mengatakan, pihaknya tetap melihat sekolah swasta sebagai tempat belajar yang representatif. Jika sekolah negeri terus dibangun, akan menjadi kecemburan bagi sekolah swasta.

“Meski jika kita lihat dari keterbatasan lahan di Kota Denpasar, tidak memungkinkan untuk terus membangun sekolah negeri sehingga sekolah swasta tidak akan tergerus. Dengan itu swasta akan tetap menjadi pilihan,” terang Duaja.

Baca juga:  SMP Negeri Bertambah, Zonasi PPBD Klungkung Diubah

Pihaknya pun mendorong agar sekolah swasta mampu bersaing dengan meningkatkan kualitas guru dan fasilitas di sekolah. Di sisi lain, peran pemerintah dalam mendukung sekolah swasta dengan memberikan subsidi bagi siswa juga diperlukan untuk meringankan beban siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. “Bila perlu kita dorong juga agar guru-guru di swasta itu mendapatkan insentif agar lebih berkualitas,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN