
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kabupaten Buleleng meningkatkan partisipasinya dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 menjadi 14 sajian. Jumlah ini bertambah dibanding tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen daerah dalam memperkuat eksistensi seni dan budaya khas Buleleng di ajang seni terbesar di Bali tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandikan, Selasa (21/4), menjelaskan bahwa peningkatan jumlah sajian ini merupakan hasil kesiapan berbagai pihak, termasuk sanggar seni dan desa adat yang aktif mengajukan karya. Seluruh usulan tersebut kemudian melalui proses kurasi ketat oleh tim provinsi.
“Memang ada pengajuan dari sini, dari sanggar-sanggar maupun desa adat. Namun semuanya diverifikasi oleh kurator provinsi, sehingga yang tampil benar-benar sajian khas dan berkualitas,” ujarnya.
Dari total 14 sajian tersebut, Buleleng akan menampilkan berbagai parade (utsawa), lomba (wimbakara), hingga pergelaran (rekasadana). Di antaranya Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (pawai), Utsawa Gong Kebyar Anak-anak, Wanita, dan Dewasa, Busana Adat khas kabupaten/kota se-Bali, Tari Barong Ket, Baleganjur Remaja, Gong Angklung, Janger Remaja, hingga Joged Bumbung.
Selain itu, terdapat pula sajian yang ditunjuk langsung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, seperti Wayang Genjek, Gong Kebyar Anak-anak pendamping, Joged Bumbung pendamping, serta Rekasadana Rekonstruksi Drama Gong.
Wisandikan mengungkapkan, ada perubahan pada salah satu sajian tahun ini. Gong Legendaris yang sebelumnya menjadi bagian dari penampilan, kini tidak lagi diparadekan. Sebagai gantinya, ditampilkan Utsawa Gong Angklung. “Gong legendarisnya tidak diparadekan karena kabupaten/kota lain juga tidak mengirim. Jadi diganti dengan Gong Angklung,” jelasnya.
Untuk Peed Aya, Buleleng akan diwakili oleh Paguyuban Seni Buleleng (PSB), bukan lagi dari lembaga pendidikan seperti sebelumnya. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan representasi seni yang lebih luas dan beragam.
Dari sisi pendanaan, Wisandikan menyebut anggaran tahun 2026 relatif sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp1,5 miliar. Sebagian sajian juga mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, seperti Gong Kebyar Anak-anak pendamping, Rekonstruksi Drama Gong, serta pertunjukan Bondres pada tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kita menampilkan 11 sajian, termasuk yang dibiayai provinsi. Sekarang meningkat menjadi 14 sajian. Ini menunjukkan semangat dan kesiapan Buleleng semakin kuat,” tambahnya. (Yudha/balipost)










