Suasana di Rumah Sakit Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Isu tak sedap kembali menerpa RSUD Tabanan. Di media sosial tersebar informasi yang menyebut rumah sakit ini tidak memiliki pen untuk penanganan pasien patah tulang sehingga pasien harus dirujuk.

Manajemen RSUD Tabanan pun membantah tudingan tersebut dan menegaskan rujukan dilakukan demi keselamatan pasien.

Direktur Utama RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, menjelaskan kasus yang dimaksud merupakan pasien perempuan berinisial NMN (62) yang datang sebagai rujukan dari Puskesmas Selemadeg dengan keluhan nyeri pada paha kanan.

Baca juga:  Setelah Penglipuran, Air Terjun Tukad Cepung juga Ditutup untuk Wisatawan

Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen, pasien didiagnosa mengalami patah tulang pada persendian pangkal paha dengan kondisi open fracture (OF) right intercondylar femur Gustilo Anderson grade 2. “Pasien direncanakan menjalani operasi pemasangan implan berupa plate locking yang memerlukan alat C-Arm,” jelasnya, Senin (30/3).

Namun, tindakan tersebut belum dapat dilakukan karena alat C-Arm yang dimiliki RSUD Tabanan saat ini belum bisa dioperasikan. Alat tersebut merupakan pengadaan dari anggaran DAK 2025 dan baru selesai proses instalasi.

Baca juga:  Sejak Mei 2020, Krematorium Bebalang Kremasi Ratusan Jenasah Pasien COVID-19

Ia menegaskan, penggunaan alat tersebut harus mengantongi izin dari BAPETEN karena berkaitan dengan radiasi. Hingga kini, izin operasional masih dalam proses pengajuan di tingkat pusat “Demi keselamatan pasien dan tenaga medis, kami belum berani mengoperasikan alat sebelum izin resmi keluar,” tegasnya.

Atas pertimbangan tersebut, RSUD Tabanan memutuskan merujuk pasien ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah agar mendapatkan penanganan lebih optimal. Pihak rumah sakit juga memastikan keluarga pasien telah mendapat penjelasan lengkap terkait kondisi medis dan alasan rujukan, serta telah menyetujui langkah tersebut.

Baca juga:  Pasien COVID-19 di Indonesia Jadi 69 Orang, 4 Meninggal

Ia menambahkan, klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan RSUD Tabanan tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan dan terbuka terhadap masukan.“Prinsip kami adalah keselamatan pasien. Rujukan dilakukan agar pasien mendapatkan penanganan terbaik,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN