
BANGLI, BALIPOST.com – Konflik yang terjadi di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan BBM global. Kondisi itu mendapat perhatian Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Dia meminta pengawasan distribusi bahan bakar di tingkat lokal ditingkatkan.
Langkah ini dinilai perlu untuk mengantisipasi potensi kelangkaan dan praktik penimbunan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi.
“Pemerintah daerah bersama stakeholder dan aparat penegak hukum harus melakukan pengawasan ketat mulai sekarang, misalnya mengantisipasi adanya penimbunan,” ujar Suastika Jumat (27/3).
Suastika menekankan bahwa pengawasan di lapangan harus segera dilakukan guna memastikan distribusi tetap berjalan normal dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Menurut politikus PDI Perjuangan ini, gangguan pada pasokan BBM akan dapat memicu efek domino pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok. “Kalau BBM sudah langka atau naik, pasti akan berimbas ke mana-mana,” jelasnya.
Di Kabupaten Bangli, ketergantungan terhadap BBM tidak hanya terbatas pada sektor transportasi, melainkan juga sektor pertanian dan perkebunan yang kini mulai banyak menggunakan teknologi mesin. Kondisi tersebut membuat stabilitas pasokan BBM menjadi sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini, Suastika mengaku belum menerima laporan resmi terkait gangguan pasokan BBM di wilayah Bangli. Namun dia mengakui kekhawatiran sudah mulai dirasakan masyarakat. Terkait langkah jika terjadi krisis, Suastika menyatakan pemerintah daerah akan mengikuti arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat. (Dayu Swasrina/balipost)









